Pagi yang Heboh di Perairan Horsburgh

0
412
Proses evakuasi 107 penumpang di perairan pulau Horsburgh, Kamis (19/4). F-PLP Tanjunguban.

TANJUNGPINANG – Budi Cahyadi langsung sibuk. Sepotong informasi yang baru saja diterimanya, Kamis (19/4) pagi dini hari tadi, mengerahkan tenaganya seketika. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang ini lekas mengerahkan awak kapal negara jenis save and rescue (SAR) bernama lambung KN Purwerejo bersiap.

Tujuannya adalah perairan di seputar pulau Horsburgh, Malaysia. Sepotong informasi yang diterima Budi mewartakan ada sebuah insiden kapal mengangkut 107 orang dari Bandar Penawar, Johor, Malaysia dengan tujuan Kepulauan Riau. “Informasinya menyebutkan akan ke Batam atau ke Bintan” terang Budi.

Sepotong informasi ini lantas diteruskan dengan pihak-pihak terkait. Harapannya bisa sigap dilakukan proses evakuasi korban di perairan negeri jiran. Selain pengerahan tim evakuasi dari Basarnas Kepri, armada Lantamal IV Tanjungpinang, Bakamla Batam, Polair Polda Kepri, Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Tanjunguban ikut urun tenaga menuju ke lokasi kejadian.

“Polair Polda Kepri menggerakan KP Baladewa dan KPLP menggerakan KN Sarotama P-112 dan KN Kalimashada P-115,” sebut Budi. Selain itu masih ada KP Baladewa, KP Bangau, dan KAL Mapor yang terjun pada evakuasi ini.

Sedangkan dari jiran, Singapura mendelegasikan kapal jenis coastguard dan tiga unit kapal PH 051, PH 055, dan PH 057. Ada pun dari Malaysia, Kapal Diraja Kenyang dikerahkan agar ikut membantu evakuasi 107 korban yang diangkut kapal nahas tersebut.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang, Budi Cahyadi menjelaskan koordinat insiden kapal di perairan pulauh Horsburgh, Kamis (19/4). F-Raymon/Tanjungpinang Pos.

Informasi yang didapatkan dari KPLP Tanjunguban, pagi yang heboh di perairan Pulau Horsburgh ini bermula dari kapal yang berisikan 107 orang dari Malaysia itu disinyalir berisikan para tenaga kerja Indonesia yang kedapatan melintas di jalur ilegal.

Pada saat melintas di selat Singapura atau tepatnya pada posisi GPS : 01-19-049 N / 104-22-543 E kapal tersebut terdeteksi oleh kapal patroli sehingga terjadi kepanikan membuat ABK dan penumpang terjun ke laut.

Tercatat, ada 102 penumpang yang terdiri dari 22 perempuan, 76 laki-laki, dan empat anak-anak. Sedangkan lima orang lainnya adalah awak dari kapal tersebut. Masih dari sumber yang sama, disebutkan bahwasanya keseluruhan penumpang tersebut berkewarganegaraan Indonesia dan semuanya berhasil dievakuasi ke darat dalam keadaan selamat.

“Pada pukul 10.50 WIB sudah dievakuasi on board oleh KP. Baladewa. Satu jam kemudian, KP. Baladewa bertolak ke pelabuhan Batu Ampar,” terang Kepala Ops PLP Tanjunguban, Sugeng Riyono. (ray/aan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here