Pajak Berlapis Bikin Distribusi Obat Terancam Putus

0
467
Dicky Kusniadi

Natuna – KEPALA Badan Pendapatan, Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Natuna Dicky Kusniadi mengaku pihaknya sudah berusaha berkoordinasi dengan KPP Pratama di Tanjungpinang, terkait penetapan pajak dua kali atau berlapis terhadap pengadaan obat-obatan di Natuna.

Hal ini telah mengakibatkan suplai obat-obatan terputus. Katanya, pemotongan pajak sampai 20 persen tersebut jelas sangat membebani distributor maupun pemerintah daerah. Padahal, Natuna sangat perlu obat-obatan tersebut.

”Kita sudah mencoba berkoordinasi dengan KPP Pratama di Pinang. Namun, nampaknya tidak berhasil. Kita tidak berhenti begitu saja dan akan terus mengupayakannya supaya pajak tidak sampai 2 kali dikenakan,” kata Kepala BPPKAD Natuna Dicky kepada wartawan, Kamis (23/2).

Selain itu, Dicky juga mengatakan, pihaknya berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan terkait masalah pemungutan pajak dua kali tersebut.

”Sejauh ini kita masih menunggu regulasi yang akan disampaikan oleh kementerian kesehatan. Kalau permasalahan ini dibiarkan terus menerus, sudah pasti pasokan obat kenatuna terancam kosong,” paparnya.

Menurutnya, penetapan zonasi ini sangat mengganggu stabilitas pengadaan obat di RSUD dan Puskesmas. Oleh karena itu, stok obat di rumah sakit terancam kosong.

”Tahun lalu belum pemotongan. Makanya pas ada pemeriksaan dari BPK, hal ini menjadi temuan dan dianggap tidak bayar pajak yang PPN,” jelasnya.(HARDIANSYAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here