Pajak Daerah Lampaui Target

0
1029
Isnaini Bayu Wibowo

Tanjungpinang – Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD)Tanjungpinang mencatat, realisasi pajak daerah sampai 27 Desember 2017, sudah Rp 75.273.498.557 atau 109,57 persen.

Pencapaian pajak daerah di tahun 2017 telah over target. Baik itu dari target APBD Murni tahun 2017 maupun APBD Perubahan tahun 2017. Target pajak daerah di APBD murni 2017 sebesar Rp 56 miliar. Kemudian, di APBD Perubahan 2017 target pajak daerah dinaikkan Rp 12,7 miliar, dari Rp 56 miliar menjadi Rp 68,7 miliar.

”Alhamdulillah, pendapatan pajak daerah kita sudah melebihi target di tahun 2017,” kata Kepala Bidang (Kabid) Penetapan BPPRD Kota Tanjungpinang, Isnaini Bayu Wibowo kepada Tanjungpinang Pos, Kamis (28/12).

Baca Juga :  Jadikan Ibukota Daerah yang Menarik

Pencapaian target pajak daerah, kata Bowo panggilan sapa Isnaini Bayu Wibowo, berkat kerjasama antara pemerintah dengan masyarakat selaku wajib pajak di Tanjungpinang.

Karena wajib pajak sudah mulai sadar, berapa pentingnya membayar pajak. Pajak yang dibayar oleh masyarakat untuk pembangunan di daerahnya khususnya Tanjungpinang.

Ada sebelas jenis pajak yang dipungut oleh BPPRD Kota Tanjungpinang. Mulai dari pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan, pajak reklame, pajak penerangan jalan, pajak mineral bukan logam dan batuan, pajak parkir, pajak air tanah, pajak sarang burung walet, pajak bumi dan bangunan, dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

Baca Juga :  2019, PJU akan Diperbanyak di Kawasan Tepilaut

Dari sebelas, hanya jenis pajak sarang burung walet yang tidak pernah mencapai target. Karena BPPRD tidak berani memungut sarang burung walet yang berada di tengah kota.

”Kalau kita pungut juga, maka kita sudah melanggar aturan dari Kementerian Kesehatan. Karena sarang burung walet tidak boleh berada di tengah kota. Kalau ya pun, harus di pinggiran kota,” ucap dia.

Tahun 2018, lanjut dia, pajak daerah yang akan dikumpulkan dari masyarakat hingga pengusaha di Tanjungpinang akan mengalami peningkatan sebesar Rp 12,7 miliar.

Baca Juga :  Sriwijaya Buka Rute ke Tiongkok

Kenaikan dilihat dari target pajak daerah di APBD Murni tahun 2017 dengan APBD Murni tahun 2018 mendatang. Target APBD Murni tahun 2017 hanya Rp 56 miliar. Sedangkan target pajak daerah di APBD Murni tahun 2018 sebesar Rp 68,7 miliar.

”Nanti, target pajak daerah di APBD Perubahan 2018 bertambah. Kita lihat nanti perkembangan pajak seperti apa,” sebut dia. (dri)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here