Pajak Dibayar, PJU Minim

0
136
Salah satu teknisi perbaiki PJU. F-Adly/tanjungpinang pos
Masih banyak pemukiman warga belum dipasang Penerangan Jalan Umum (PJU).Yang sudah ada justru banyak yang tidak berfungsi. Begitu juga di jalan raya banyak yang padam.

TANJUNGPINANG – Dampaknya, suasana Kota Tanjungpinang terasa mencekam di malam hari. Karena lampu jalan atau PJU sudah banyak tak berfungsi. Padahal, masyarakat sudah membayar pajak PJU 6 persen saat mereka membeli token listrik dan membayar rekening listrik.

Ini sangat dikeluhkan warga, sebab membuat takut beraktivitas di luar rumah saat malam hari. Sebelumnya, menurut Manager Sumber Daya Manusia (SDM) dan Umum PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau Dwi Suryo Abdullah, PLN Area Kota Tanjungpinang menyetor pajak PJU sebesar Rp 1,7 miliar per tahun ke Pemko Tanjungpinang. Sedangkan Pemko Tanjungpinang harus membayar tagihan listrik pemakain PJU sebesar Rp1,2 miliar per tahun.

Ada sisa sekitar lebih Rp500 juta per tahun yang diterima Pemko Tanjungpinang. Sedangkan, perbaikan kerusakan PJU bukan tanggungjawab oleh PLN, tapi tanggungjawab oleh pemerintah daerah. PLN hanya menyuplai arus listrik saja ke PJU.

Sementara itu, Kepala Bidang PJU Dinas Perkim Kota Tanjungpinang, Yoni menuturkan, di tahun ini ada alokasi anggaran pemeliharaan PJU, namun belum bisa memastikan angkanya pastinya karena belum menerima Daftar Penggunaan Anggaran (DPA).

”Kami ajukan kemarin senilai Rp800 juta naik dari sebelumnya yang hanya Rp 400 juta,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, Jumat (4/1).

Dituturkannya, banyak menerima aduan dari berbagai warga terkuat PJU yang mati. Khususnya di kawasan Tanjungpinang Timur.

Ia menuturkan, anggaran pemeliharaan PJU setiap tahunnya ada, namun tidak begitu besar. Sehingga tidak banyak lampu atau jaringan yang rusak bisa diperbaiki.

Ia menuturkan, anggaran untuk memberpaiki satu PJU yang rusak beragam, tergantung dari kondisinya. Jika hanya mengganti lampu saja murah, namun bila jaringan yang rusak maka mahal, bisa mencapai satu juta.

Biasanya, lampu yang harus diperbaiki model lama yaitu tata surya. Sedangkan lampu LED dinilai masih banyak yang bagus.

Meskipun rusak tidak menelan biaya sebesar bila dibandingkan perbaikan lampu mengandalkan lampu solar sel. ”Kalau yang rusak lampu LED masih relatif murah. Tapi kalau jaringan yang rusak anggaran besar juga,” paparnya. Yoni menambahkan terkuat pemasangan PJU, tahun ini juga ada. Khususnya di beberapa lokasi. Setelah tahun 2018 melalui APBD Perubahan juga mengalokasikan anggaran pembuatan PJU di beberapa lokasi.

”APBD Perubahan lalu ada. Diantaranya depan Hotel Comfort menuju perbatasan Kijang. Serta kawasan perumahan THI,” ucapnya. Ia menuturkan, tahun ini yang menjadi salah satu prioritas di kawasan perumahan jabatan walikota dan wakil walikota di Senggarang. (DESI-ABAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here