Pajak Naik, Natuna Terancam Krisis Obat

0
659
Dengarkan Pengarahan: Pegawai RSUD mendengarkan pengarahan Sekda Natuna. F-HARDIANSYAH/TANJUNGPINANG POS

Natuna – Gara- gara pajak distributor obat-obatan naik membuat distributor obat enggan masuk ke Natuna.

Menurut Dirut RSUD Natuna, dr. Faisal, beberapa waktu ke depan Natuna bakal susah mendapatkan obat baik untuk keperluan di RSUD Natuna maupun di Dinas Kesehatan.

”Ke depan obat bakal susah kita dapat,” kata dr. Faisal di RSUD Natuna, Rabu (8/2).

Hal ini menurut dr. Faisal bukan karena anggaran ataupun kendala transportasi, melain kendala ketidak sanggupan pihak ketiga untuk mendistribusikan obatan-obatan ke Natuna.

Mereka (distributor) merasa keberatan mendistribusikan obat karena pajak yang mesti dibayarkan naik dan berlipat ganda.

”Tak ada distributor yang sanggup. Mereka tak berani mengirim obat ke sini karena mereka mesti bayar pajak dua kali. Mereka harus bayar di Batam dan di Natuna,” terang Faisal.

Total pajak yang harus dibayarkan oleh distributor sebesar 20 persen.

”Di Batam mereka bayar 10 persen dan sampai di Natuna mereka juga harus bayar 10 persen lagi,” ungkapnya.

Prihal ini, dr. Faisal mengaku sudah bupaya mencari solusi dengan dikusi secara internal dan berkoordinasi dengan berbagai pihak.

Namun, ia mengaku belum mendapatkan solusi yang bisa dijadikan sebagai langkah antisipasi terhadap ancaman di atas kelangkaan obat itu.

Ia mengaku, penerapan pajak tersebut benar-benar dilematis. Apalagi jalur masuknya obat itu hanya bisa melalui Batam.

Ditanya apakah tidak bisa melalui jalur daerah lain, Faisal mengaku pilihan itu tidak bisa dilaksanakan karena pendistribusian obat dilaksanakan dengan sistem zonasi. ”Kalau masuk lewat Pontianak tak bisa, karena Kita masuk di zona Kepri, jadi lewat Batam,” katanya.(HARDIANSYAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here