Pajak Naik, Pengusaha Meradang

0
1370
BP Batam saat menggelar pawai budaya di Nagoya beberapa waktu lalu.f-istimewa

BATAM – Pengusaha di Batam mulai bereaksi dengan kenaikan pajak daerah. Kenaikan itu juga terkait dengan pajak hotel, restoran dan tempat hiburan di Batam, termasuk spa di Batam. Reaksi pertama datang dari pengusaha Spa yang mendatangi Pemko Batam. Sementara pengusaha hotel restoran yang tergabung dalam PHRI, saat ini masih melakukan kajian.

Ketua PHRI Batam, J Tarigan, Selasa (13/3) di Batam mengatakan, pihaknya masih melakukan kajian. Sekaligus mereka meminta masukan dari pelaku usaha hotel dan restoran di Batam, apakah akan menerima atau tidak. ”Kita masih melakukan pembahasan. Belum tahu kapan dan arah sikap yang akan diambil. Tunggu keputusan bersama saja nanti,” kata Tarigan.

Baca Juga :  Peserta ZoomBA Tinggi Sampai Nonton Bareng

Sementara Kepala Badan Penerimaan Pajak Retribusi Daeah (BP3RD) Pemko Batam, Raja Asmansyah, mengatakan, mereka sudah menerima aspirasi dari asosiasi Spa di Batam. Pengusaha meminta agar dilakukan penundaan pemberlakuan tarif baru. Permintaan penundaan melalui surat dan dilakukan pertemuan, baru dari pengusaha spa. ”Surat yang masuk baru itu, mungkin yang lain menyusul. Mereka minta ditunda pemberlakuan Perda. Surat yang masuk baru itu, mungkin yang lain menyusul,” beber Asmansyah.

Mereka menerima pertimbangan-pertimbangan dari pelaku usaha Spa. Namun untuk penundaan, ditegaskan tidak bisa dilakukan tanpa izin Wali Kota Batam. ”Kita akan laporkan pimpinan. Langkah-langkah apa saja yang akan diambil, nanti pimpinan. Penting, dari Spa tidak menolak. Tapi meminta untuk ditunda,” sambungnya

Baca Juga :  BP Batam Tertibkan Reklame Tak Berizin Malam Hari

Menurutnya, kenaikan tidak terlalu besar. Alasannya, dari UU, pajak maksimal naik 75 persen. Sementara dalam Perda, kenaikan masih dibawah itu. ”Perda itu sudah disetujui pusat dan Gubernur,” imbuh Raja.

Sebelumnya, Wali Kota Batam, HM Rudi mengatakan, tanpa permintaan tertulis, pihaknya tidak bisa melakukan penundaan. Disebutkan, jika ada permintaan tertulis pihaknya punya dasar untuk menyampaikan ke DPRD Batam. Alasannya, DPRD yang mengesahkan Perda. Perda itu sendiri saat ini sudah berjalan, sejak 1 Maret 2018.

Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Batam, Raja Azmansyah mengatakan, Maret 2018 menerapkan penyesuaian (kenaikan) pajak. Pada penyesuaian pajak itu, terjadi kenaikan sebagaimana diatur dalam Perda tentang pajak daerah, nomor 7 Tahun 2017. Jika diberlakukan Maret, maka penarikan pajak mulai April 2018.

Baca Juga :  Xiaomi Ajak 24 Supplier Investasi di Batam

Sesuai dengan perubahan Perda yang dilakukan, ada perubahan pada nilai pajak parkir dari 20 persen naik jadi 25 persen. Sementara pajak reklame dari 15 naik jadi 20 persen. Pajak reklame rokok dan minuman beralkohol menjadi 25 persen. Pajak hiburan seperti untuk permainan billiar dan golf, naik dari 10 persen naik menjadi 15 persen dan lainnya.(MARTUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here