Pak… Ada SMP yang Jual Buku

0
408
BUS GRATIS: Pelajar SMP di Bintan menggunakan bus sekolah saat pulang sekolah. Sarana angkutan sekolah Pemkab Bintan ini gratis. F-yendi/TANJUNGPINANG POS

Bintan – SEORANG ibu rumah tangga mengeluh, ketika SMPN 12 Bintan menjual buku kepada siswa. Sementara, Pemkab Bintan sudah menegaskan, seluruh biaya pendidikan gratis sejak tahun anggaran 2017 ini.

”Pak… kami dari wali murid. Ada SMP yang jual buku kepada anak-anak kami. Bagaimana tu ya kebijakan Pemkab Bintan, yang katanya menggratiskan pendidikan. Coba cek saja di SMPN 12 pak,” kata seorang sumber yang enggan ditulis namanya, saat menghubungi Tanjungpinang Pos, Kamis (9/2) kemarin.

”Kami sudah melapor ke dewan, tapi belum ada tindaklanjut,” tutupnya.

Seorang anggota DPRD Bintan asal Bintan Utara, Andreas Salim saat dihubungi, membenarkan, ada laporan dari orang tua atau wali murid mengenai SMP yang menjual buku kepada siswa itu.

Dari laporan warga, satu buku dijual kepada anak dengan harga Rp 10 ribu. Tapi, setiap anak harus membeli 5 buku mata pelajaran yang berbeda.

”Berarti, satu siswa harus mengeluarkan uang Rp 50 ribu. Itu laporan yang kami terima,” kata Andreas Salim, yang biasa disapa Ayong ini.

Ayong berkeyakinan, tidak semua orang tua yang berani mengungkapkan atau melaporkan keluhan, tentang penjualan buku kepada siswa ini. Bahkan, kemungkinan praktik jual buku kepada siswa ini, kemungkinan tidak hanya dilakukan satu sekolah.

”Mungkin SMP lain juga melakukan ini,” ujar Ayong.

Tindakan yang dilakukan SMPN ini menjadi imej negatif bagi Bupati dan Wakil Bupati Bintan. Karena, menurut Ayong, masyarakat Bintan Utara, Seri Kuala Lobam dan lainnya sudah mendengar pernyataan Pemkab Bintan, yang menggratiskan semua biaya pendidikan terhitung tahun anggaran 2017 ini.

”Saya segera tindaklanjuti laporan warga ini. Kami juga berharap agar Pemkab Bintan menindak tegas, terhadap kebijakan sekolah yang menjual buku ini. Mungkin bukan di SMPN 12 saja, di SMP lain juga bisa saja melakukan jual buku ini kan,” tutur Ayong.

Hingga berita ini ditulis, Kepsek SMPN 12 Bintan Raudah belum memberikan penjelasan, tentang dugaan penjualan buku kepada siswa ini. Saat dihubungi melalui teleponnya, belum ada jawaban.(yendi – AAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here