Pakai Baju Kurung Cegah Coret-coretan

0
896
PENYERAHAN PIAGAM: Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, HZ Dadang AG menyerahkan piagam penghargaan kepada dua peserta didik SMPN 1 Tanjungpinang meraih peringkat 2 dan 7 di tingkat Provinsi Kepri. F-Andri Dwi S/TANJUNGPINANG POS

Siswa SMP Lulus 100 Persen

TANJUNGPINANG – Sekitar 3.465 siswa kelas IX dari 26 SMP sederajat di Tanjungpinang lulus 100 persen. Ini artinya dapatmelanjutkan sekolahnya yang lebih tinggi, yaitu SMA sederajat pada tahun ajaran baru.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tanjungpinang, Dadang kepada Tanjungpinang Pos di SMP Negeri 1 Tanjungpinang, Jumat (2/6) menuturkan, yang membagakan bukan hanya karena lulus semua namun juga nilai kelulusan SMP Kota Tanjungpinang mengalami peningkatan. Sehingga SMP Kota Tanjungpinang meraih peringkat ke dua dari tujuh kabupaten-kota di Kepri.

”Tahun sebelumnya SMP Tanjungpinang hanya dapat peringkat ke tiga tingkat Provinsi Kepri. Alhamdulillah tahun ini dapat peringkat ke dua. Nilai kelulusan kita selisih dengan di Batam sekitar 0,52,” ucap dia.

Atas peringkat tersebut tak terlepas dari bantuan berbagai pihak. Diantaranya kerja keras para guru di sekolah negeri maupun swasta. Yang lebih membanggakan lagi, ada dua peserta didik masuk 10 besar tingkat Provinsi Kepri. Mereka berasal dari SMPN 1 Tanjungpinang yakni Ahmad Ramadhan Auni peringkat ke dua dan Muhammad Rifki meraih peringkat ke 7 tingkat Provinsi Kepri.

”Alhamdulillah kita sangat bangga sekalli. Atas prestasi yang diraih siswa akan diberikan penghargaan seperti yang dijanjikan sebelumnya,” terangnya.

Untuk mengindari peserta didik melakukan konvoi di jalan hingga mencoret pakai seragam maka sudah dilakukan beberapa antisipasi. Yang pertama pengumuman dilakukan sebelum salat Jumat, tepatnya pukul 11.00 pagi. Setelah melihat pengumuman kelulusan, siswa diarahkan untuk salat. Selain itu, siswa di wajibkan menggenakan pakai baju kurung, bukan baju OSIS putih-biru.

”Ini baru pertama kali kita lakukan seperti ini. Semoga bisa berjalan lancar dan sukses. Karena kita akan terapkan di tahun berikutnya,” tegas dia.

Selain itu, dia meminta kepala SMP se Kota Tanjungpinang untuk mengarahkan peserta didiknya untuk sujud syukkur atas kelulusannya. Daripada konvoi di jalan, pihak sekolah diarahkan untuk meminta siswa melakukan gerakan sosial dengan menyumbangkan baju OSIS atau seragam lainnya.

Kepala SMPN 1 Tanjungpinang, Tri Elis Setiyowati meminta siswa pria salat Jumat berjamaah di Masjid terdekat di sekolah. Serta akan dibimbing guru yang telah ditetapkan.
”Ini sebagai wujud rasa syukur,” tuturnya. Bahkan ia menuturkan rasa bangga terhadap dua dari 246 peserta didik kelas IX SMPN 1 Tanjungpinang masuk 10 besar di tingkat Provinsi Kepri.

”Alhamdulillah lah, dua siswa kita masuk 10 besar tingkat Provinsi Kepri,” ucap senyum.
Senang dan bangga juga datang dari Ahmad Ramadhan Auna dan Muhammad Rifki. ”Senang dan bangga rasanya karena tak menyangka bisa meraih nilai bagus ditingkat provinsi,” tuturnya.

”Harapnya nilai bagus ini akan memudahkan masuk ke SMA tujuan,” tutur Muhammad Rifki. Pantauan di SMPN 1 Tanjungpinang, sebelum pengumuman kelulusan, guru memeriksa tas peserta didiknya.

Sebab sudah diperingati siswa tak boleh membawa seragam ganti seperti OSIS maupun jaket. Ada yang kedapatan membawa maka dengan terpaksa akan disita. Dengan demikian, tidak ada kesmepatan bagi siswa untuk melakukan aksi coret-coret pakaian termasuk konvoi setelah pengumuman kelulusan di luar sekolah.(ANDRI DS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here