Pakai Sistem Manual, PPDB Tanjungpinang Rawan Titipan

0
712
KETUA Komisi I DPRD Kota Tanjungpinang Maskur Tilawahyu saat berbincang dengan guru di salah satu sekolah di Tanjungpinang, belum lama ini.F-martunas/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Sekolah-sekolah di Tanjungpinang baik SD maupun SMP belum semua bisa menerapkan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara online. PPDB manual ini dianggap rawan titipan karena datanya tidak transparan. Beda dengan online, semua siswa dan orangtua bisa melihat peringkat nilai pendaftar.

Kebanyakan sekolah masih manual saat PPDB awal Juli nanti yang mengharuskan wali murid atau siswa mengantre mengambil form pendaftaran ke masing-masing sekolah. Ketua Komisi I DPRD Tanjungpinang, Maskur Tilawahyu sangat menyayangkan kondisi ini karena belum semua sekolah bisa menerapkan PPDB secara online. Meski demikian, politisi Partai Demokrat Tanjungpinang ini tetap memberi apresiasi ke pihak sekolah yang sudah mampu menerapkan online sejak beberapa tahun lalu.

Baca Juga :  Jangan Lupakan Sektor Pariwisata

”Ada beberapa sekolah yang sejak beberapa tahun terakhir ini sudah bisa online saat PPDB seperti SMPN 1 dan SMPN 5 Tanjungpinang. Lainnya belum bisa. Mungkin terkendala sarana seperti komputer dan jaringan,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, Rabu (6/6).

Terkait persoalan ini, ia mendorong Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang agar terus melengkapi sarana di setiap sekolah di Tanjungpinang. Ini upaya memberikan pelayanan kepada masyarakat Tanjungpinang, khususnya para orangtua siswa. ”Jadi tak perlu lagi antre dari subuh di sekolah, cukup mengisi form melalui aplikasi,” ungkapnya.

Terkait proses penerimaan siswa, ia meyakini akan sama seperti tahun sebelumnya. Berjalan tertib dan sesuai dengan mekanisme atau aturan yang ditetapkan. Aturan yang dipakai, diantaranya sistem rayonisasi dan juga memberikan kuota bagi siswa berprestasi dalam akademis maupun non akademis untuk memilih sekolah.

Baca Juga :  PWI Kepri Beri Masukan Penyusunan Kurikulum di Kampus UPB

Begitu juga dengan siswa tak mampu, pihak sekolah harus memberikan kuota penerimaan khusus. Jangan sampai ditolak yang nantinya membuat siswa tak bisa melanjutkan pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, HZ Dadang AG mengakui, bahwa belum seluruh sekolah negeri di Tanjungpinang bisa menerapkan penerimaan siswa secara online. Hingga kini masih ada beberapa sekolah yang tidak menerapkan online karena butuh perangkat dan jaringan internet.

Terkait kekurangan komputer, dituturkannya sudah diajukan ke pusat. Hanya saja, usulan tersebut belum diterima. ”Kita masih menunggu, tapi kita terus ajukan untuk seluruh sekolah yang belum memiliki komputer. Tujuannya, agar saat ujian nasional nantinya sudah bisa menggunakan komputer secara mandiri di masing-masing sekolah,” paparnya.

Baca Juga :  Bisa Memilih Sekolah yang Diinginkan

Dituturkannya, tahun ini, baru sekitar sembilan sekolah yang melaksanakan UN berbasis komputer. Itupun baru satu sekolah yang mandiri, sedangkan sisanya menumpang di SMA sederajat di Tanjungpinang. Dadang mengatakan, saat PPDB nanti, jumlah ruangan SMP dan SD baik negeri dan swasta cukup untuk menampung siswa yang akan mendaftar awal Juli nanti. (dlp)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here