Pakem Awasi Aliran Kepercayaan

0
199
Ricardo

TANJUNGPINANG – Kejaksaan Negeri bersama instansi terkait membentuk tim gabungan Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat (Pakem) 2018-2019. Acara tersebut berlagnsung di aula Kejari Tanjungpinang, Rabu (24/10).

Pembentukan tim gabungan ini terdiri dari Kejaksaan, Polri, Ketua Majelis Ulama Indonesia, Kesbangpol, Forum Komunikasi Antar Umat Beragama di Tanjungpinang, dan Kementerian Agama.

Kepala Seksi (Kasi) Intel Kejari Tanjungpinang Ricardo mengatakan, kegiatan ini merupakan rapat untuk pembentukan tim pengawasan aliran kepercayaan masyarakat yang ada di Tanjungpinang. Jadi berdasarkan data diperoleh ternyata itu perlu dilakukan pengawasannya.

”Rapat ini kami tegaskan bahwa ada beberapa aliran kepercayaan yang perlu diawasi diantaranya Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar), Ajaran Kasih Sayang, serta yang baru berkembang aliran Yehuwa,” katanya.

Ricardo menyebutkan, dalam melakukan pengawasan ini nantinya pihaknya akan lebih bersinergi dengan instansi-instansi terkait.

Kegiatan Ini akan dilaksanakan pada bulan depan yang ada akan datang. Menurutnya, pertemuan pembahasan ini tidak hanya disini saja, pihaknya nantinya akan mengundang seluruh pemuka agama di Tanjungpinang.

”Kemungkinan kegiatannya ada namun organisasi mereka sembunyi-sembunyi karena bersifat tidak mau menonjolkan dirinya,” sebutnya.

Menurutnya, sebenarnya tim Pakem ini sudah lama terbentuk sesuai dengan undang-undang Kejaksaan nomor 30 ayat 3 huruf D dan E bahwa Kejaksaan melakukan pengawasan terkait kegiatan ini. Jadi dasar pembentukan tim ini berdasarkan peraturan Jaksa Agung nomor 19/A/Jaksa Agung/09/2015 tanggal 19 September 2015.

”Jumlah mereka dinamis, yang jelas untuk masing-masing ini sekitar puluhan. Ini yang perlu kami melakukan pengawasan. Serta melakukan pembinaan bagaimana mereka mengikuti aliran ajaran agama yang ada di Indonesia,” ujarnya. (ray)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here