Palet FCS Gunakan Biji Plastik untuk Kurangi Limbah

0
667
KANTOR Perusahaan PT FCS RGP yang akan beroperasi di Batam akhir Maret ini.f-istimewa

BATAM – Perusahaan PT FCS RGP Plastic mendapat izin beroperasi di Batam, dengan bahan baku biji plastik. Karena perusahaan ini menggunakan biji plastik diimpor dari Jepang, Amerika dan Singapura. Pihak Pemko Batam mengakui memberikan izin operasi, mulai akhir Maret 2019.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Batam, Herman Rozie mengatakan, perusahaan ini mereka berikan izin karena mereka tidak mengimpor sampah plastik. Namun biji plastik. Sehingga tidak menimbulkan sampah plastik baru. Bahkan ke depan diperkirakan bisa mengurangi sampah plastik lokal.

”Mereka menggunakan biji plastik impor, jadi bukan sampah plastik dari luar. Kita sudah lihat saat ujicoba produksi. Dan memang zero waste,” ungkap Herman.

Perusahaan ini nantinya akan memproduksi palet plastik dengan bahan baku palet. Namun, ke depan direncanakan akan mengolah plastik Batam juga, sehingga bisa mengurangi tumpukan sampah plastik. ”Sekarang ini sumber biji plastik masih impor dari Jepang, Amerika, dan Singapura. Tapi nanti ke depannya akan mengambil dari lokal,” kata CEO PT FCS RGP Plastic, Yao Shanhua.

Baca Juga :  Rp107 Miliar untuk Finishing Masjid Sultan

Pengurangan sampah plastik di Batam dilakukan dengan mengolah dari sampah plastik rumah tangga lokal, menjadi biji plastik. Biji plastik itu yang kemudian akan digunakan menjadi bahan baku pembuatan palet.

”Pabrik pengolah biji plastik menjadi palet ini berlokasi di Kabil Nongsa,” kata Yao.

Perusahaan, jelasnya, berdiri di atas lahan seluas 5 hektare, perusahaan masuk dengan nilai investasi awal sebesar Rp 200 miliar. Dan dalam perencanaannya bisa mempekerjakan sampai 300 orang karyawan dari tenaga kerja lokal.

”Kami merencanakan untuk rekrut orang lokal. Tahap awal ini sekitar 60-70 karyawan. Nanti akan ditambah seiring dengan peningkatan produksi,” ujarnya.

Meski baru diresmikan 28 Maret mendatang, perusahaan sudah mulai melakukan ujicoba produksi. Dengan mesin berteknologi terbaru yang didatangkan dari Taiwan, tiap palet bisa dicetak dalam waktu sekitar 80 detik. Berdasarkan penghitungan, dalam setahun perusahaan ini bisa memproduksi 2 juta palet plastik.

Baca Juga :  4.135 Kambing dan 991 Sapi Masuk Batam

”Sekarang kita punya tiga mesin dan akan datang lagi nanti. Kita sudah lakukan ujicoba produksi. Sudah ada sekitar 30.000 palet. Hasil produksi kita ini nanti akan diekspor ke Amerika dan Singapura,” sebut Yao.

Investor perusahaan berasal dari tiga negara, Amerika, Singapura, dan Taiwan. Dalam proses produksinya, perusahaan mengedepankan sistem go green. ”Perusahaan kami mementingkan 3 Nol. Nol polusi udara, nol air limbah, dan nol sampah,” tuturnya.

Operational Manager PT FCS RGP Plastic, Adi Zainal menjelaskan dalam proses pencetakan palet tidak menggunakan pembakaran sehingga tak ada polusi udara. Semua berjalan dengan sistem elektrik.

Kemudian air sisa proses produksi, diolah kembali menggunakan mesin pengolah khusus yang didatangkan dari China.

Baca Juga :  Januari, Draf Masterplan Bandara Selesai

”Sehingga air tidak dibuang menjadi limbah. Melainkan bisa dimanfaatkan kembali untuk penyiraman taman hingga kolam ikan,” sambungnya.

Sementara biji plastik bahan baku produksi tidak ada yang terbuang menjadi sampah. Karena semua bisa digunakan kembali untuk pembuatan palet.

”Kami sangat mementingkan soal lingkungan di sini. Kita pakai teknologi paling canggih sekarang. Dan mesinnya kita dapat dari perusahaan induk,” kata dia.

Adi menambahkan perusahaan ini sudah beroperasi puluhan tahun. Yakni di Shanghai China, Singapura, dan Thailand. ”Ekspansi ke Batam dilakukan karena melihat posisi Batam yang dekat dengan Singapura. Sehingga proses ekspor dirasa akan lebih mudah jika dibandingkan cari China,” imbuhnya. (mbb)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here