Pamit Cari Barang Bekas, Ditemukan Sudah Tak Bernapas

0
481
TEWAS : Jasad Zahar ditemukan di pantai kawasan Sekera, Kamis (16/2). f-jendaras/tanjungpinang pos

Zahar diduga meninggal akibat serangan jantung

Niatnya hendak mencari barang bekas di laut. Udin (49) warga Sekera justru menemukan jenazah warga satu kampungnya, Kamis (16/2) subuh kemarin.

Tanjunguban – DINI hari ini Udin berharap bisa mengumpulkan barang-barang bekas yang hanyut di laut. Maklum, ia memang berpikiran bahwa musim utara yang membuat ombak besar dan angin kencang akan membawa rezeki ke pinggiran pantai.

Dalam benaknya, sudah pastilah banyak barang bekas seperti plastik yang bisa dikumpulkan di tepi laut karena terbawa arus.

Udin pun pamit pada istrinya untuk mencari rezeki di pantai dinihari jelang subuh itu. Dengan membawa peralatan seadanya dan goni, Udin berangkat menyisir pantai.

Dalam kondisi yang masih gelap sekitar pukul 05.00 tersebut, Udin terus mencari barang-barang hanyut di tepi pantai yang bernilai ekonomis dan laku dijual.

Saat mendekati tepi pantai pelabuhan nelayan kampung tersebut, Udin melihat benda mirip manusia.

Awalnya Udin tak menyangka benda yang dilihatnya itu sesosok tubuh manusia. Merasa curiga, Udin lalu mendekat untuk memastikan benda apa itu.

Astaga. Udin kaget. Yang dilihatnya itu ternyata sosok manusia yang tergeletak. Udin langsung berlari ke pemukiman dan memberitahukan kejadian itu kepada warga.

Mendengar cerita Udin yang saat itu masih ngos-ngosan, warga lalu menemani Udin ke pantai untuk melihat sosok tersebut. Ternyata benar, warga mengenal jenazah tersebut adalah Zahar (64), warga RT-02/RW-02 Kampung Sekera, Kelurahan Tanjunguban Utara, Kecamatan Bintan Utara.

Selanjutnya, warga melaporkan temuan mayat itu ke polisi. Kasatpolair Polres Bintan AKP Norman DJ yang dikonfirmasi soal penemuan jenazah tersebut membenarkan korban adalah warga Kampung Sekera yang juga nelayan.

”Jenazah ditemukan oleh Udin, warga sekitar. Karena saat ditemukan kondisi masih gelap, lantas Udin melaporkan penemuan tersebut kepada rekannya dan RT setempat. Setelah itu dihubungi kepolisian dan dipastikan itu adalah warga Kampung Sekera,” sebutnya, Kamis (16/2).

Norman menjelaskan, untuk memastikan sebab kematian Zahar, pihaknya mendatangkan dokter Puskesmas Tanjunguban. Setelah dilakukan pemeriksaan awal tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

”Informasi dari istrinya, almarhum ini beberapa hari terakhir mengaku mengeluhkan sakit di dada dan susah makan. Diduga merupakan gejala sakit jantung,” sebutnya.

Rupanya, Zahar juga pergi ke pantai untuk mencari barang-barang hanyut yang bisa dijual. Namun, nahas, ia justru meninggal.

Hal itu dikatakan Rafi, salah seorang kerabat almarhum. Menurut penuturan Rafi, almarhum pergi ke pantai, Rabu (15/2) malam sekitar pukul 21.00 WIB. Ia pamit kepada istrinya untuk pergi mencari barang-barang yang hanyut akibat ombak kuat di pinggir pantai.

”Kan biasa cari plastik bekas, gabus dan barang-barang lain yang bisa dijual. Namun setelah pergi sampai subuh tidak ada kabar. Namun karena tidak curiga istrinya biasa saja di rumah. Tadi pagi pas kami tengok ternyata benar itu Pak Zahar,” jelasnya.

Ia menambahkan, almarhum memang ada penyakit. Kemungkinan karena sakit tersebut ia meninggal di pantai.(JENDARAS KARLOAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here