Pancaroba, Rentan Diserang DBD

0
261

BINTAN – Kini, memasuki masa peralihan musim tidak menentu, atau sering disebut pancaroba. Masa ini pula berkembangnya nyamuk Aedes Aegypti, di lingkungan tergenang air. Masyarakat rentan diserang penyakit DBD.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bintan dr Gama AF Isnaini menjelaskan, hujan yang turun saat ini membawa berkah bagi Kabupaten Bintan. Selain mengurangi kabut asap, juga mengatasi krisis air akibat kemarau.

”Hujan yang sering ini, harus juga diwaspadai. Karena nyamuk mudah berkembang dan DBD rentan menyerang, pada masa pancaroba sekarang,” ujar dr Gama, kemarin.

Baca Juga :  Buang Sampah Sembarangan Didoakan Jadi Miskin

Apabila hujan reda, banyak menimbulkan genangan-genangan air. Itu menjadi tempat berkembangnya nyamuk. Khususnya nyamuk Aedes Aegypti yang menyebabkan DBD ini.

Biasanya ada 3 kecamatan yang rawan menjadi wilayah endemis atau diserang wabah DBD di musim hujan. Yaitu Kecamatan Bintan Utara, Seri Kuala Lobam, dan Bintan Timur.

”Lebih baik mencegah dibandingkan mengobati. Maka basmilah nyamuk untuk memutuskan mata rantai wabah DBD sebelum mengenai kita,” jelasnya.

Ada beberapa cara untuk melakukan Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk (Gertak PSN). Diantaranya menerapkan 3 M Plus dan rumah bebas jentik pada masyarakat dan memberikan bubuk abate secara gratis.

Baca Juga :  Polisi Nyaris Dipukul Pengedar 3 Kg Ganja

Sedangkan fogging pada wilayah endemis, kata Gama, tidak terlalu efisien. Sebab hanya membunuh nyamuk dewasa saja. Sedangkan sumbernya atau jentik-jentik masih hidup. Meski demikian pihaknya tetap melakukan fogging jika ada permintaan dari masyarakat.

”Sebenarnya DBD berkembang dikarenakan minimnya kesadaran masarakat terhadap kebersihan lingkungan. Diharapkan masyarakat aktifkan lagi program Gertak PSN setiap rumah,” katanya. (aan)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here