Panen Cengkih, Namun Harga Masih Murah

0
332
PETANI cengkih Aminudin ketika memetik cengkih ketika panen. f-istimewa

NATUNA – Rezeki tahunan Natuna berupa cengkih mulai tiba, dan para pekebun dan pekerja cengkih mulai sibuk memanen buah cengkih yang sudah siap dipetik.

Setiap tahun para pemilik kebun cengkih mendapatkan keuntungan yang berlimpah di kala panen raya tiba.

Sejak subuh menjelang matahari terbit, peralatan untuk memetik cengkih sudah disiapkan sejak menjelang matahari terbit.

Hal ini dilaksanakan agar hasil buah cengkih, tidak banyak yang jatuh di tanah, karena hasil buah cengkih yang jatuh di tanah tidak terlalu bagus dibandingkan hasil yang dipetik langsung.

Aminudin, seorang pria separuh baya yang menggunakan kaos oblong melintas cepat usai menjalankan Salat Subuh.

Semua itu dilakukannya, hanya untuk bisa mendapatkan hasil cengkih yang super. Pria separuh baya itu membawa peralatan seperti arit, seutas tali, parang dan senapan lauk pauk untuk konsumsi dirinya usai memetik cengkih.

Setibanya di kebun cengkih, Amin Nudun yang berumur Hampir 50 tahun masih mampu untuk memetik buah cengkih yang terlihat rimbun di hamparan seluas dua hektar. Dari luas kebun cengkih yang seluas dua hektare itu, hampir 100 batang pohon sudah siap dipanen.

Namun, dirinya tidak mampu untuk memetik keseluruhan pohon tersebut dan lebih memilih membagi hasilnya dengan saudaranya.

Amin bersama tiga saudaranya, membagi hasil panen cengkih yang biasa di total berjumlah sekitar 6 ton per sekali panen.

”Alhamdulillah, tahun ini kita bisa memanen cengkih sekitar 6 ton lebih,” kata Amin Nudun, usai memetik cengkih di kebunnya seluas dua hektar itu, Selasa 8 Januari 2019 pagi.

Keuntungan tahun ini, terhitung lebih kecil dibandingkan dengan tahun lalu. Dari hasil 1 ton cengkih tahun ini hanya bisa mendapatkan sekitar Rp 8 juta berbeda dengan tahun lalu hasil diperoleh sekitar Rp10 juta per tonnya.

”Sekarang ni lebih murah harga jual cengkihnya, bila dibanding tahun lalu. Namun kita tetap bersukur, karena kita masih bisa memberikan nafkah buat keluar besar kita. Karen selain itu, kita juga masih bersukur karena kita masih bisa memetik sendiri,” ucap Amin Nudin.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Aullia, pemilik kebun seluas 1 hektare. Ia mengatakan, keuntungan dari hasil cengkih tidak terlalu besar di tahun ini, hal itu karena menurunnya harga beli cengkih di pasaran.

Terlebih lagi, jika dalam memanen cengkih dengan harus mengupah pemetik cengkih. Keuntungan yang didapatkan sudah kecil harus membayar upah petik.

”Udah harga jual menurun, belum lagi membayar upah petiknya sudah pasti kecil untungnya,” katanya.

Ia berharap, harga jual cengkih ke depannya bisa tinggi lagi dibandingkan dengan sekarang ini. Karena cengkih salah satu komoditi uggulan bagi warga Natuna. (hrd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here