Pangakalan Pulau Penyengat Jual Gas Subsidi Melebihi HET

0
320
Salah satu karyawan distributor gas ukuran 3 kilogram sedang memeriksa tabung gas, sebelum didistribusikan ke pangkalan. f-andri/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Harga gas subsidi 3 kilo dil Pulau Penyengat dijual pedagang tidak sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yaitu Rp 20 ribu per tabung. Masyarakat membeli bisa mencapai Rp 23 ribu sampai Rp 24 ribu per tabung.

Untuk diketahui, HET gas di Tanjungpinang senilai Rp18 ribu. Lebih tinggi di Pulau Penyengat senilai Rp20 ribu dengan pertimbangan tambahan biaya transportasi yang ditanggung pangkalan.

Ketua RT di Pulau Penyengat, Sahak menuturkan, pangkalan menjual gas kini senilai Rp23-24 ribu per tabung.

Persoalan harga gas lebih tinggi dari HET di Pulau Penyengat sudah lama dikeluhkan. Bahkan dari HET sebelumnya, senilai Rp16 ribu, pangkalan sudah menjual Rp23 ribu per tabung.

Ia menuturkan, kenaikan harga ini merugikan masyarakat, berharap ada tindakan tegas dari pemerintah melalui OPD terkait.

Dituturkannya, dengan kenaikan HET saja sudah menyulitkan masyarakat ditambah lagi pangkalan menjual diatasi ketentuan.

Menurutnya, pengawasan dari pemerintah tidak jalan, berbeda dengan Bintan yang harga gas nya merata. Bahkan Pemkab Bintan masih mempertahankan HET yang lama senilai Rp15 ribu per tabung. Bahkan di kawasan Uban masih Rp14 ribu per tabung.

Ia berharap Disperindag Kota Tanjungpinang serta pihak kepolisian turun dan memantau ke pangkalan, agar menindaklanjuti harga gas tersebut.

Lurah Pulau Penyengat, Mahnizar menuturkan, sesuai ketentuan HET gas di Pulau Penyengat dan Dompak, sesuai SK terbaru senilai Rp20 ribu per tabung. Berbeda di kawasan kota, harganya lebih murah yaitu Rp18 ribu per tabung.

Ia menuturkan, terkait harga gas di Pulau Penyengat, mencapai Rp23 ribu dan Rp24 ribu per tabung akan disampaikan kepada OPD terkait.

Hal senada disampaikan anggota DPRD Kota Tanjungpinang, Hendy Amerta yang sudah pernah membahas hal ini ke OPD terkait.

“Kita ingin harga gas di Pulau Penyengat terjamin sesuai HET. OPD terkait perlu turun dan menyatakan ketegasannya. Begitu juga dengan agen,” paparnya.

Ia berpesan, jangan sampai persoalan ini berkelanjutan tanpa adanya penindakan. Ia menilai hal ini perlu diluruskan agar tidak bersentuhan dengan kasus hukum dikemudian waktu.

“Niat kita baik mengingat jangan sampai pihak kepolisian yang turun nanti menindak pihak pangkalan. Perlu diingatkan OPD terkait segera,” paparnya singkat.

Menurutnya yang rugi nantinya pangkalan dan masyarakat secara umum, bila sudah ke jalur hukum.

Terkait harga gas diatas HET pun sudah pernah disampaikan ke OPD terkait, namun hingga kini belum ada action menindaklanjuti. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here