Panggung Rbb 15 Hadirkan Ibrahim Ilyas

0
565
muhammad ibrahim ilyas

Panggung RBB (Rumahitam Batam Berpuisi) kembali mengelar acara pada Sabtu (10/3). Acara ii rutin digelar setiap bulan pada ahad pekan kedua. Acara yang 15 yang digelar di laman kata rumahitam, tepatnya di depan Kantor Camat Sekupang ini dihadiri sekitar 80 peminat puisi. Yang datang tdiak hanya sebagai pembaca puisi, namun juga banyak dihadiri penikmat kata-kata yang diluahkan di panggung rbb.

Pada malam Panggung RBB 15 menjulang tema “Ketika Kemudi Berselingkuh Arah. Tema ini dikutip dari satu baris puisi RD Paschal (Anggota Majelis Tinggi Republik RBB) yang berjudul Selancang Kuning.

Sedangkan penyair teraju utama yang tampil di Panggung RBB 15 datang dari Sumatera Barat, Muhammad Ibrahim Ilyas. Sosok ini dikenal sebagai sosok teaterawan terkemuka di Kota Padang. Salah satu buku naskah dramanya meraih juara pertama, sayembara penulisan naskah drama nasional, yang ditaja Pusat Bahasa Nasional belum lama ini.

Baca Juga :  ATB Beri Keringanan Pembayaran Air 

Meski panggung rbb seperti tidak terkemas rapi, dan terkesan apa adanya, tapi Penyair Batam, Samson Rambah Pasir mengakui Panggung RBB merupakan peristiwa sastra yang luar biasa. Menurutnya, panggung yang sarat muatan artistik dan pencahayaan yang hebat, tapi muatan penampilan yang ada, tidak sepadan, juga akan menjadi hambar.

Pada kesempatan yang sama, Penyair dan Teaterawan Sumatera Barat, Muhammad Ibrahim Ilyas menyebutkan hal yang sama. Di kota urban seperti Batam, masih ditemukan satu institusi seni seperti komunitas seni rumahitam yang berusaha menjaga kesimbungan iklim berkesenian, merupakan satu hal yang menurutnya patut diacungi jempol.

Baca Juga :  Hujan Belum Selamatkan Waduk Duriangkang

‘’Empat tahun lalu, ketika komplek rumahitam masih serupa barak-barak yang jauh dari kesan sebagai satu komunitas seni. Saya sudah pernah juga mampir. Saya yakin dan percaya, presiden republik rbb, tarmizi rumahitam dan teman-teman di ruahitam, tentunya jatuh bangun dalam menjaga eksistensi komunitas seni rumahitam,’’ sebut Muhammad Ibrahim Ilyas.

Sepanjang perjalanan Panggung RBB, tarmizi rumahitam menyebutkan, Panggung RBB sengaja digagas sebagai laman bagi siapa saja yang minat dengan sastra dan seni pertunjukan. Panggung RBB tidak dikhususkan bagi penyair, tapi bagi siapa saja yang minat dengan dunia kata-kata. Tidak heran, jika beragam kalangan hadir dan tampil di Panggung RBB. Seperti pada Panggug RBB 15, yang hadir ada karyawan bank, tukang parkir, buruh pabrik, politisi, tokoh wanita, guru dan latar belakang lainnya. (asr)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here