Pangkas Ribuan Mil Tol Laut

0
761
KM Sabuk Nusantara, salah satu kapal perintis yang dimiliki Kepri saat ini.

Satu Kapal Perintis (lagi) dari Pusat   

TANJUNGPINANG – Untuk keliling sejumlah daerah di Kepri, butuh waktu belasan hari naik kapal dan menempuh perjalanan hingga ribuan mil. Itu pun hanya sebagian kecil pulau yang bisa terjangkau.

Inilah salah satu kesulitan yang dialami warga Kepri sebagai daerah kepulauan. Tol laut yang dicanangkan Presiden RI Joko Widodo menjadi harapan untuk mempersingkat lamanya perjalanan itu.

Kementerian Perhubungan RI menambah satu unit jumlah kapal perintis untuk Kepri tahun depan.

Penambahan kapal ini untuk mewujudkan program Presiden RI Joko Widodo menyediakan tol laut di seluruh nusantara terutama daerah kepulauan.

Kabid Angkutan Pelayaran dan Penerbangan Dinas Perhubungan Provinsi Kepri, Tri Musa Yudha mengatakan, kapal tersebut dibangun di Batam dan sudah mulai rampung.

”Tapi kapal ini akan ditenderkan Kementerian Perhubungan untuk mengoperasikannya. Bisa saja pengelolanya Pelni atau swasta. Tergantung pemenang tendernya siapa. Tahun depan akan dioperasikan,” ujar Tri Musa, kemarin.

Salah satu syarat agar bisa ikut tender ini adalah perusahaan wajib memiliki kapal cadangan sejenis. Tujuannya, apabila kapal rusak atau naik dok, maka ada kapal penggantinya.

Si pemenang tender akan mengoperasikan penuh kapal ini termasuk menyediakan krunya. Namun, biaya operasional kapal ini tetap disubsidi.

Adapun tujuan tol laut ini agar seluruh pulau-pulau terutama pulau berpenghuni di Kepri dilalui kapal. Sehingga, arus barang dan manusia lancar.

Jika arus barang lancar, maka harganya akan lebih murah. Sama seperti keinginan Jokowi agar harga barang di Indonesia sama. Karena itu, tol laut menjadi jawabannya.

Di Kepri, harga barang ke depan diharapkan bisa sama jika tol laut semakin lancar dan kapal masuk tidak begitu lama.

Saat ini, ada empat kapal perintis dari pusat di Kepri yakni Sabuk Nusantara 30, Sabuk Nusantara 39, Kapal Bukit Raya yang dikelola PT Pelni (BUMN) dan Kapal Gunung Bintan yang dikelola swasta. Namun, semua kapal ini disubsidi APBN.

Selain itu, PT Pelni juga mengoperasikan KM Kelud yang rutenya khusus Batam, Belinyu Medan dan Tanjungpriok Jakarta.

”Kapal ini di luar roro,” tambahnya.

Dijelaskannya, kapal perintis ini disediakan pemerintah pusat untuk merintis rute baru. Rute yang dilalui perintis ini masih sepi penumpang, sehingga rugi jika dikelola swasta.

Karena itu, pemerintah masuk membuka rute baru akan simpul ekonomi baru muncul serta arus barang dan manusia lancar. Rute baru ini dirintis dan biaya operasionalnya disubsidi.

Setelah rute itu menguntungkan, maka swasta yang akan melayaninya dengan kapalnya. Contohnya, kapal roro Telagapunggur Batam – Tanjunguban sebelumnya dilayani ASDP saat masih merugi.

Namun, setelah rute ini menguntungkan, kapal swasta sudah bisa masuk. Kini, rute roro Batam-Tanjunguban dilayani ASDP dan perusahaan swasta.

Untuk KM Sabuk Nusantara 30, pangkalannya di Tanjungpinang. Butuh waktu 11 hari untuk melalui semua rutenya dengan jarak 1.077 mil atau sekitar 1.723,2 Km. 1 mil sama dengan 1,609 Km.

Saat ini, Kapal Gunung Bintan tidak beroperasi karena naik dok (perbaikan), namun sudah diganti KM Sabuk Nusantara 62. Sehingga rute yang selama ini dilalui KM Gunung Bintan tetap terlayani.

Saat ini, rute yang dilalui KM Sabuk Nusantara 30 dan KM Sabuk Nusantara 39 sekitar 11 hari. Singgah di home base 2 hari. Maka total waktu perjalanan dan masa singgah 13 hari.
Dishub Kepri sudah mengusulkan rute baru kapal baru tambahan dari Kemenhub itu.

Rencananya, home base kapal ini di Tanjungpinang sama seperti KM Sabuk Nusantara 39.
Dengan dioperasikannya kapal ini tahun depan, maka akan ada dua kapal melayani rute yang sama di jalur KM Sabuk Nusantara 39.

”Nanti bukan sekali 11 hari lagi kapal di rute KM Sabuk Nusantara, bisa 8 hari atau 6 hari. Begitu KM Sabuk Nusantara 39 berangkat, maka kapal baru nanti kita berangkatkan beberapa hari kemudian,” ungkap Tri.

Dengan begitu, maka kapal akan singgapH di setiap pelabuhan sekali 8 hari atau sekali seminggu. Arus barang akan semakin lancar.

Dishub Kepri sebenarnya meminta tambahan dua unit kapal ke Kemenhub agar rute KM Sabuk Nusantara 30 bisa terbantu. Tapi hanya satu kapal yang disetujui.

”Kapal ini melaju dengan kecepatan 10 knot per mil. Penumpang yang naik kapal ini harus bermalam di kapal 11 malam,” bebernya.

Sedangkan KM Kelud yang melayani penumpang Batam-Medan, hanya satu malam di kapal. Biasanya kapal berangkat sore dari Batam dan besok paginya sampai di Medan.

KM Kelud ini selama ini home basenya di Pelabuhan Beton Sekupang tujuan Belawan. Karena dua pelabuhan ini tahap perbaikan, home base-nya dipindahkan sementara di Pelabuhan Batuampar dan Medan (bukan di Belawan).

Setelah dua pelabuhan ini selesai dibangun, maka home base KM Kelud akan dikembalikan seperti semula. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here