Pansus Ingin Maksimalkan Pulau Siulung

0
211
Muttaqin Yaser

Pusat Peternakan Babi di Bintan

BINTAN – Panitia Khusus (Pansus) penyelenggaran peternakan dan kesehatan hewan DPRD Kabupaten Bintan, sudah melakukan beberapa kajian, untuk penyelesaian pembahasan Ranperda tersebut. Dalam pembahasan Ranperda penyelenggaran peternakan dan kesehatan hewan ini, Pansus ingin memaksimalkan Pulau Siulung, sebagai centra peternakan babi di Bintan, pada masa mendatang.

Ranperda tentang penyelenggaran peternakan dan kesehatan hewan ini dibuat Pemkab Bintan, untuk menjamin tentang wilayah peternakan. Pemkab Bintan menyediakan lahan, penyediaan sumber daya air dan mempertimbangkan aspek lainnya, untuk menetapkan satu kawasan peternakan.

”Sekarang ini, sedang jadi tofik pembahasan kami di Pansus. Terutama pengolasian wilayah, untuk peternakan babi,” jelas Muttaqin Yaser, anggota Pansus penyelenggaran peternakan dan kesehatan hewan, Selasa (29/5) kemarin.

Muttaqin Yaser menerangkan, sesuai dengan Perda RTRW, Pulau Siulung di Kecamatan Mantang sudah ditetapkan sebagai kawasan peternakan babi. Beberapa waktu lalu, sudah ada perusahaan yang membuka peternakan babi di Pulau Siulung. Namun, sekarang tidak ada lagi. Sementara, Hak Guna Usaha masih ada.

”Cuma, kita tak tahu apa kendalanya, sehingga peternakan babi di Siulung itu tak jalan lagi. Sementara, beberapa pengusaha membuka peternakan babi di beberapa kecamatan,” kata Muttaqin Yaser.

”Nah, Pansus ingin memaksimalkan, Pulau Siulung ini yang menjadi centra peternakan babi,” sambungnya.

Selain merujuk kepada RTRW, ada beberapa hal dalam penentuan wilayah untuk peternakan babi ini. Baik ditinjau dari dampak dan sisi agama, maupun persetujuan tokoh masyarakat. Ketika aspek itu memenuhi, peternakan babi di Bintan bisa dipusatkan di Pulau Siulung.

Saat ini, ada beberapa wilyah kecamatan di Bintan, yang digunakan untuk peternakan babi. Jika Perda sudah disahkan, dan centra peternakan babi di Pulau Siulung, harus ada konsekuensinya.

”Konsekuensinya, tidak ada seekor pun babi di luar Pulau Siulung. Mampu tidak Satpol PP menjalankan Perda tersebut? Ini yang masih kita bahas, dalam Perda itu,” terangnya.

”Kemudian, dalam penentuan centra peternakan babi ini, luasnya kita kaji juga. Perlu dilihat berapa kebutuhan daging babi, untuk Kepri maupun kebutuhan lokal,” demikian ditambahkan Muttaqin Yaser. (fre)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here