Pansus Survei Nelayan Asal Luar Daerah

0
215
KAPAL pompong bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang diserahkan untuk nelayan Anambas. F-ISTIMEWA

Pihak DPRD Kabupaten Anambas khususnya Panitia Khusus (Pansus) Nelayanmelakukan survei ke lapangan untuk menjaring pendapat masyarakat mengenai banyaknya nelayan luar daerah yang mencari ikan di bawah 12 mil.

ANAMBAS – Saat melakukan survei, Pansus mengajak perwakilan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Anambas. Pada Sabtu (27/1) lalu, Pansus mengadakan audensi dengan masyarakat Desa Bayat dan Desa Ladan di Kecamatan Palmatak.

Setelah itu, dengar pendapat dilanjutkan pada Senin (29/1) di Desa Nyamuk dan Desa Batu Belah di Kecamatan Siantan Timur. ”Tujuan kita terjun ke lapangan bukan untuk berdebat, atau membahas masalah nelayan luar daerah. Tetapi hanya meng-input data dari masyarakat, apakah benar nelayan luar daerah mencari ikan hingga di bawah 12 mil laut. Kita ingin tahu, apakah mereka menolak atau menerima,” ungkap Wakil Ketua Pansus penanganan masalah nelayan H Dhanun, Rabu (31/1).

Pansus juga sudah menemukan nelayan yang menggunakan alat tangkap seperti pukat lonceng, atau pukat yang sudah dimodifikasi yang ada di Desa Batu Belah, Kecamatan Siantan Timur. Namun, bagaimana cara kerja pukat itu belum terlihat. ”Untuk pukat lonceng kita perlu tim ahli, apakah pukat ini melanggar aturan atau tidak,” ungkap H Dhanun.

Untuk Desa Nyamuk di Kecamatan Siantan Timur, lanjut H Dhanun masih terdapat pro dan kontra terkait pukat lonceng. Menurutnya, sebagian warga tidak mempermasalahkan namun sebagian lagi mempersoalkan masalah nelayan luar daerah yang mencari ikan dibawah 12 mil.

Ia mengungkapkan, pada umumnya mereka telah mencapai kesepakatan jika nelayan luar daerah harus mencari ikan sesuai aturan yakni diatas 12 mil laut kecuali ada masalah darurat seperti ABK sakit, isi air dan berlindung saat cuaca buruk.

”Tetapi juga harus diawasi, kalau memang isi air juga harus dalam batas waktu yang normal. Tidak mungkin kalau ambil air sampai berhari-hari, dan tidak mungkin juga antar ABK sakit saja sampai 5 atau 6 kapal,” jelasnya.

Rencananya, hari ini Kamis (1/2) Pansus akan lanjutkan dengar pendapat di Desa Munjan, Kecamatan Siantan Timur dan Desa Kiabu di Kecamatan Siantan Selatan. Setelah selesai melakukan survei ini, maka Pansus akan menyampaikan langsung permasalahan ini kepada Gubernur Kepri Nurdin Basirun. ”Hasilnya akan disampaikan ke gubernur langsung,” ungkapnya.(INDRA GUNAWAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here