Pansus Undang Tokoh Masyarakat dan Mahasiswa

0
404
PANSUS Ranperda Penyelenggaraan Peternakan dan Kesehatan Hewan, membicarakan pengisolasian ternak babi di Bintan, Senin (30/7) kemarin.F-yendi/TANJUNGPINANG POS

BINTANBUYU – Persoalan peternakan babi di Desa Toapaya tanpa izin, dan mendapat protes warga, berlanjut hingga ke pembahasan Pansus Ranperda Penyelenggaraan Peternakan dan Kesehatan Hewan DPRD Bintan. Untuk membahas masalah ini, Pansus mengundang tokoh masyarakat, organisasi agama dan organisasi mahasiswa, Senin (30/7) kemarin.

Dalam pertemuan terbatas Pansus DPRD Bintan itu, hadir dari sejumlah tokoh masyarakat, organisasi agama kristen dan PMII selaku organisasi mahasiswa Islam. Selain masalah keberadaan peternakan babi, turut dibahas tentang peternakan ungga dan hewan lainnya seperti sapi dan kambing.

Baca Juga :  Lagoi Bay Gelar Dance Competition

Khusus untuk usaha peternakan babi, ke depannya akan diisolasi di daerah tertentu. Hal ini, disesuaikan dengan Ranperda RTRW Kabupaten Bintan. Sedangkan untuk peternakan unggas dan hewan lainnya, akan diatur jarak dengan pemukiman masyarakat.

”Untuk peternakan babi, memang tidak boleh di darat. Kita akan sesuaikan dengan RTRW Bintan. Pertemuan ini, kami baru sebatas mengumpulkan masukan-masukan dari tokoh masyarakat, lintas agama dan organisasi mahasiswa,” kata Muttaqin Yaser, anggota Pansus Penyelenggaraan Peternakan dan Kesehatan Hewan DPRD Bintan.

”Selanjutnya, akan kita bicarakan dengan OPD terkait,” tambahnya. Pertemuan ini dihadiri Wakil Ketua DPRD Bintan Agus Wibowo, Ketua Pansus Umar Ali Rangkuti, dan anggota Pansus lainnya. (fre)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here