Panwaslu Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Bagi RT/RW

0
1099
FOTO BERSAMA: Maryamah (kanan) Sekda Tanjungpinang, Riono dan Zaini foto bersama usai acara sosialisasi. F-istimewa

Jelang Pilwako 2018, Panwaslu Tanjungpinang semakin memperkuat persiapan pengawasan partisipatif.

TANJUNGPINANG – Panwaslu intensif melakukan sosialisasi ke berbagai pihak, guna membangun simpul relawan pengawasan. Termasuk melakukan sosialisasi kepada tokoh masyarakat RT/RW se-Kota Tanjungpinang, beberapa waktu lalu di CK Hotel, Sabtu (9/11).

”Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada Ketua RT/RW tentang tugas dan wewenang Panwaslu. Serta untuk melibatkan dan meningkatkan peran RT/RW dalam pengawasan partisipatif guna mensukseskan Pilwako Tanjungpinang,” kata Maryamah, Ketua Panwaslu Tanjungpinang, kemarin.

Maryamah juga sebagai narasumber di acara sosialisasi tersebut mengatakan ketua RT/RW merupakan tingkatan yang paling dekat dengan masyarakat. Menurutnya, RT/RW juga bBerperan besar dalam mewujudkan pemilu yang bersih, demokratis dan bermartabat serta mencegah terjadinya kecurangan dan pelanggaran Pilkada, dengan meningkatkan jiwa masyarakat sadar pengawasan.

Sementara itu, Muhamad Zaini, Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga, menegaskan bahwa Panwaslu fokus meningkatkan tugas pengawasan, dengan strategi pencegahan terhadap potensi pelanggaran, meningkatkan partisipatif masyarakat dan stakeholder serta penindakan pelanggaran jika ada temuan atau laporan.

Kegiatan ini, sekaligus sebagai upaya Panwaslu menjelaskan bentuk-bentuk pelanggaran Pilkada dan sanksinya berdasarkan UU No.10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah.

”Panwaslu berharap, Ketua RT/RW bisa berperan sebagai ujung tombak pengawasan, meningkatkan partisipasi masyarakat dan menjadi pemilih cerdas, serta membantu pencegahan dini terhadap potensi pelanggaran menuju Pilkada yang berkualitas, jika ada dugaan pelanggaran laporkan ke Panwaslu, Panwascam, PPL atau pengawas TPS,” ujar Zaini sebagai narasumber.

Ia menegaskan, bahwa saat ini akan segera terbentuk Sentra Gakkumdu yang melekat di Kantor Panwaslu. Kerjasama antara Panwaslu, Polres dan Kejari itu yang akan memproses setiap dugaan pelanggaran.

Tambahnya, secara umum Pilkada yang berkualitas dapat dinilai dari lima indikator. Pertama, penyelenggara yang berintegritas dan profesionalitas, tingginya partisipasi masyarakat dan cerdas menggunakan hak pilihnya. Kemudian, suasana yang aman, kondusif dan tertib, proses demokratisasi internal parpol dan terpilihnya pemimpin yang mendorong pemerintahan yang bersih dan program pembangunan peduli rakyat.

”Sejatinya, pemilu merupakan sarana edukasi politik yang mencerdaskan generasi bangsa,” tegasnya.

Sosialisasi tersebut dihadiri Sekda Pemko Tanjungpinang Riono sebagai juga jadi narasumber. Riono menjelaskan, bahwa Ketua RT/RW merupakan garda terdepan di dalam pemerintah, sangat dibutuhkan peranannya dalam Pilkada.

Dengan melakukan pendataan penduduk, memfasilitasi warga dalam pemungutan suara. Serta menciptakan suasana yang aman, kondusif dan harmonis di tengah-tengah masyarakat, agar terhindar dari tindakan kriminal serta ancaman dari luar.

”Oleh karena itu, RT/RW sebagai pelayan masyarakat sangat diharapkan bersikap netral, agar tidak terjadi ancaman perpecahan di tengah-tengah masyarakat,” tegas Riono.

Ia menyampaikan ada tiga kiat sukses dalam Pilkada, partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya harus meningkat, tidak terlibat dalam politik uang, harus tegas melawan kampanye berujar kebencian dan fitnah. Kegiatan sosialisasi yang dihadiri 80 peserta, perwakilan Forum Komunikasi RT/RW dari 4 kecamatan dan 18 kelurahan ini berlangsung khidmat.

Dengan semangat dan kompak peserta menyerukan motto Bawaslu ”Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu”. Ini sebagai wujud komitmen bersama, Panwaslu Tanjungpinang dan RT/RW dalam sukseskan Pilwako Tanjungpinang yang adil, bersih dan bermartabat.(ABAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here