Parah, Ikan Kualitas Ekspor Dihargai 4 Dolar

0
812
CEK IKAN: Nelayan mengeluh sambil mengecek kondisi ikan kakap merah yang tak segar, sebelum diekspor. F-yendi/tanjungpinang pos

Gubernur dan Bupati Jangan Diam

KIJANG – Kebijakan pemerintah melarang impor barang, ternyata mengakibatkan harga ikan kualitas ekspor asal Bintan dan daerah Kepri lainnya, semakin parah. Saat ini, ikan yang diekspor hanya dihargai sekitar 4 dolar per kilogram, oleh pembeli (buyer) di Singapura dan Malaysia. ”Ekonomi kami sebagai nelayan sudah morat-marit, di masa sekarang. Bukan hanya karena prosedur ekspor yang tak lancar, larangan impor dari pemerintah kita pun sangat mempengaruhi pendapatan kami,” kata Muslimin, seorang nelayan Kijang, Bintan, Selasa (5/9) kemarin.

Nelayan dengan menggunakan kapal 10 GT ini menjelaskan, ketika pemerintah RI masih memberlakukan impor barang, aktivitas kapal pengusaha asal Bintan dan Tanjungpinang cukup lancar ke luar negeri. Pengusaha ketika ke Singapura maupun Malaysia, akan membawa ikan tangkapan nelayan yang berkualitas ekspor, seperti tenggiri, kakap merah (ikan merah) dan ikan karang. Ketika kembali ke Kepri, pengusaha akan membawa barang impor berupa sembako atau kebutuhan pokok.

Dalam aktivitas ini, pengusaha pemilik kapal tidak merasa rugi. Sehingga, dalam seminggu bisa 3 kali bolak-balik ke Malaysia. Namun sejak ada larangan impor, pengusaha tidak bisa membawa barang dari luar negeri ke Bintan dan Tanjungpinang. Sehingga, pengusaha membatasi pelayaran angkut barang ke Tambelan, Natuna dan Anambas.

Akibatnya, angkutan ikan kualitas ekspor dari Tambelan, Natuna dan Anambas serta Bintan hanya sekali seminggu. Dampak buruk dari larangan impor dari pemerintah ini, aktivitas ekspor ikan pun terbatas, hanya 2 atau sekali dalam seminggu. Belum lagi prosedur ekspor ikan yang cukup panjang di Kepri ini. Imbasnya, kondisi ikan yang diekspor itu tidak segar, ketika tiba di Malaysia. Pembeli di luar negeri dengan seenaknya, menurunkan harga ikan ekspor tangkapan nelayan.

Sebelum ada larangan impor, harga ikan ekspor seperti tenggiri maupun ikan merah itu melebihi 7 dolar per kilogram. Sekarang, ikan kualitas ekspor dari Bintan, Tambelan, Natuna dan Anambas cuma dihargai 4 dolar, di luar negeri. Karena kualitas ikan sudah turun, karena disimpan selama seminggu. ”Kalau dihargai 4 dolar atau sekitar Rp 40 ribu, itu sudah turun 50 persen dari harga normalnya. Bahkan bisa dihargai Rp 30 ribu saja. Makanya, ekonomi kami sebagai hidup nelayan ini, makin parah sejak impor diperketat,” keluh Muslimin. ”Terkadang, hasil tangkapan terpaksa kami jual di pasar lokal saja. Itu pun harga murah. Karena di masa sulit sekarang, tak banyak orang yang membeli ikan di pasaran,” tambahnya.

Nelayan lainnya, Amir mengalami nasib yang sama. Menurut Amir, Gubernur Kepri H Nurdin Basirun dan Bupati Bintan H Apri Sujadi jangan hanya diam, menyikapi penghasilan nelayan. (fre)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here