Parit Tersumbat Banyak Nyamuk

0
274
Petugas Jumantik memeriksa kemungkinan adanya jentik nyamuk di air yang ditampung warga beberapa waktu lalu. f-dokumen/tanjungpinang Pos

Sekarang sering kita lihat parit tersumbat. Ruko-ruko juga menutup bagian atas parit dengan permanan. Sehingga terjadi genangan air di parit yang bisa jadi tempat perkembangbiakan nyamuk dan jika hujan tiba daerah sana selalu banjir. Mohon ditanggapi secepatnya. Kita perlu Kerja Nyata, bukan hanya spanduk saja yang dipasang.
+6285264246541

Tanggapan :
Jumlah pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) masih ada di tanjungpiang setiap bulannya. Kita berharap dan berupaya menekan angka penderita DBD, minimal di bawah 10 pasien per bulan atau bahkan nihil. Tapi Realitanya belum bisa.

Ini erat kaitannya dengan gaya hidup bersih di tengah masyarakat. Ini perlu kerja sama semua elemen. Dimulai dari diri sendiri tentunya yaitu melaksanakan 3M plus.

Baca Juga :  Masyarakat Butuh Lampu PJU

Masyarakat mesti rutin menguras atau membersihkan tempat penampungan air. Seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es, penampungan AC dan lain-lain.

Selain itu mesti menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan lain sebagainya

Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk yang menularkan demam berdarah.

Plus-nya yaitu kegiatan pencegahan DBD lainnya, menaburkan bubuk abate pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan serta beberapa lainnya.

Data di Dinkes Kota Tanjungpinang, jumlah pasien DBD sekitar 20 orang per bulan. Jumlah ini tidak mengalami peningkatan.

Baca Juga :  Kami Sempat Dilarang Daftar Sekolah

Ini rata-rata perbulannya. Jumlah ini tidak meningkat namun keinginan kita bisa terus turun. Ini yang belum bisa karena perlu kerja sama semua pihak. Khususnya masyarakat terkait gaya hidup atau kebersihan lingkungan. Pasien yang demam tinggi belum tentu statusnya DBD, bisa saja masih Demam Dengue (DD). Kedua hal ini memiliki perbedaan meskipun disebabkan nyamuk Aedes aegypti yang sudah membawa virus dengue.

Perbedaanya dasar pada keduanya, yaitu kebocoran plasma. Pada pasien DD gejala hanya berupa demam dan syok namun tidak sampai disertai dengan kebocoran plasma.

Baca Juga :  Taman Bagai Kuburan

DBD lebih berbahaya dan memiliki konsekuensi yang lebih berat dibandingkan dengan pasien DD. Ini berhubungan dengan pengentalan darah yang tidak normal di dalam tubuh yang berakibat kurangnya pasokan bagi organ-organ penting dalam tubuh.

Rustam menuturkan, sesuai data yang dimiliki pasien DBD terbanyak di Kecamatan Tanjungpinang Timur. Selain jumlah penduduk yang lebih banyak juga karena kawasan pengembangan.

Biasanya kawasan pengembangan itu masih tahap pembenahan. Banyak bangunan rumah yang belum ditempati atau lainnya.(dlp)

Rustam
Kadis Kesehatan Kota Tanjungpinang

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here