Pariwisata Nyumbang Rp 113,7 M, Pantai Nirwana Tercemar

0
893
LIMBAH berwarna pink yang diduga alga merah mencemari pantai Nirwana Gardens Resort Lagoi, Sabtu (17/2) siang lalu. f-jendaras/tanjungpinang pos

BINTAN – Sektor pariwisata menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 113,7 miliar, pada tahun 2017 lalu. Namun, kawasan pantai pariwisata selalu dicemari limbah. Seperti limbah warna pink yang mencemari pantai Nirwana Gardens Resort, Lagoi, Sabtu (17/2) lalu.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bintan Luki Zaiman Prawira menyebutkan, pada bulan Desember 2017 lalu, terjadi peningkatan kunjungan yang sangat signifikan, dibandingkan bulan lainnya. Selama Desember 2017, tercatat sebanyak 44.783 wisatawan yang berkunjung ke Bintan melalui pintu masuk Tanjunguban (BBT Lagoi).

”Kunjungan turis naik berkisar 20,27 persen dibandingkan tahun 2016. Ini sangat berpengaruh kepada sumbangan PAD dari sektor pariwisata, untuk APBD Bintan. Harapan kita, tahun 2018 ini, kunjungan turis ke Bintan bisa mencapai 400 ribu,” ujar Luki, baru-baru ini.

Baca Juga :  Dihantam Ombak Dua Meter, TB Charly Tenggelam

Luki mengungkapkan, beberapa tahun terakhir, lebih dari 50 persen PAD Kabupaten Bintan disumbang dari sektor pariwisata. Kenaikan ini dipengaruhi aktifitas pariwisata yang bersifat sustainable (berkelanjutan), tidak ada batasnya. Dengan kenaikan turis pada tahun 2017, sektor pariwisata menyumbang 50,68 persen dari total PAD. Kontribusi pajak dan retribusi hotel menjadi penghasil pajak tertinggi, naik 16 persen dibandingan tahun 2016.

Pajak dan retribusi hotel ini menyumbang Rp 82,5 miliar, atau sekitar 34 persen dari total realisasi pajak dan retribusi daerah tahun 2017, sebesar Rp 181 miliar. Kontribusi pajak dan retribusi restoran sebesar Rp 31,2 miliar.

Baca Juga :  Tak Pakai Masker, Wisatawan Disuruh Putar Arah

”Dari sektor pariwisata itu, totalnya Rp 113,7 miliar untuk PAD Bintan yang mencapai Rp 190 miliar,” sebut Luki.

Meski pariwisata menyumbang PAD terbesar, kondisi pantai selalu menjadi keluhan pengusaha pariwisata. Karena, beberapa bulan terakhir selalu dicemari limbah. Seperti limbah berwarna merah muda (pink) yang telah mengotori pantai di kawasan Nirwana Gardens Resort, sejak Sabtu (17/2) lalu. Zat yang berbau sangat menyengat dan menimbulkan gatal di kulit ini, belum diketahui jenisnya.

Jufri, seorang pekerja di Nirwana Gardens Resort mengatakan, zat berwarna pink di pantai tersebut, sudah diambil sampelnya dan akan diteliti oleh pengelola kawasan.

Baca Juga :  Keluarga Pasien Keluhkan Pelayanan RS EHD Tanjunguban

”Ya sejak Sabtu kemarin, tetapi kami tidak tahu itu zat apa. 3 hari lalu, tim coast guard Tanjunguban mengatakan, pihaknya sedang mengecek kepal pembuang limbah di depan laut Lagoi,” jelasnya, Minggu (18/2) kemarin.

Ia menyebutkan, karena khawatir akan berdampak kurang baik kepada wisatawan saat beraktivitas di pantai. Sehingga pihaknya menganjurkan agar pengunjung tidak beraktivitas di pantai. (fre/aan)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here