Parkir di Bazar Ramadan Pakai Karcis Resmi

0
663
Mardimin.

TANJUNGPINANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tanjungpinang meminta kepada panitia bazar Ramadan, untuk melaporkan jumlah juru parkir yang akan ditugaskan menjadi juru parkir. Sehingga Dishub mengetahui dan memiliki data juru parkir yang ditugaskan.

Ada beberapa bazar Ramadan di Tanjungpinang diantaranya di Pamedan Ahmad Yani, Dewa Ruci, Bintancenter maupun bazar yang menggunakan lahan parkir milik pemerintah.

”Ini sedang kita data. Makanya, kita minta panitia pengelola bazar Ramadan untuk melaporkan ke Dishub,” kata Kepala Seleksi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dishub Kota Tanjungpinang, Mardimin kepada Tanjungpinang Pos, Senin (29/5).

Dishub akan memberikan karcis kendaraan sepeda motor maupun mobil.
Terkait alasan kenapa memberikan karcis parkir sebab lahan yang digunakan oleh petugas parkir yang bergabung di panitia bazar Ramadan milik pemerintah. Jadi, petugas parkir atau juru parkir wajib menggunakan karcis parkir resmi dari Pemko Kota Tanjungpinang melalui Dishub, disaat mengambil uang parkir dari pemilik kendaraan tersebut.

Untuk membayar parkir sesuai jenis kendaraan. Karena tarif parkir sudah diatur di Peraturan Daerah (Perda) Kota Tanjungpinang Nomor 4 tahun 2016 tentang penyelenggaraan dan retribusi perparkiran. Untuk jenis kendaraan sepeda motor atau roda dua dikenakan sebesar Rp 1.000 sekali parkir.
Sedangkan jenis kendaraan roda empat dikenakan tarif parkir sebesar Rp 2 ribu per sekali parkir.

”Kalau lebih dari itu, pengendara wajib pertanyakan kepada juru parkir. Kenapa tarif parkirnya lebih dari dari yang ditetapkan,” ungkapnya.

Kalau kedapatan juru parkir meminta bayaran tarif parkir lebih dari yang sudah tertera pada karcis parkir, maka pihaknya tidak segan-segan akan memberikan teguran hingga sanksi.

”Kita langsung tegur kepada pihak panitia tersebut. Setelah itu, baru kita tidak izinkan mereka bekerja menarik uang parkir lagi,” terangnya.

Tujuan diberlakukan ini, menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Tanjungpinang dibidang retribusi perparkiran. ”Semua inikan, dari kita untuk kita juga,” tegas dia.

Disela ini, dia mengimbau kepada juru parkir untuk memberikan karcis parkir kepada pemilik kendaraan. Kalau karcis parkir tidak diberikan, maka pemilik kendaraan berhak tidak membayar kepada juru parkir tersebut. Kalau uang tetap diberikan oleh pengendara, dia katakan, sama saja tidak memberikan kontribusi ke kas daerah sebab tidak masuk dalam hitungan.’

”Tidak masuk ke kas daerah, namun masuk ke dalam kantong pribadi juru parkir. Ini yang kita tidak inginkan,” sebut dia. Ia berharap masyarakat turut serta membantu menertibkan ini.(ANDRI DS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here