Parkir Kota Lama Sistem Serong

0
165
Rahma sedang berdiskusi dengan tokoh masyarakat dan aparat setempat

TANJUNGPINANG – Dinas Perhubungan Pemko Tanjungpinang kembali mengubah sistem parkir di kawasan Kota Lama mulai, Selasa (2/10) Besok.

Jika sebelumnya parkir sistem paralel (berjajar), maka mulai hari ini sistem serong.
Sistem yang sama sudah diberlakukan di kawasan Jalan Merdeka yang diterapkan
beberapa waktu lalu.

Untuk diketahui, sudah tiga tahun terakhir ini, para pedagang atau pemilik toko di kawasan Kota Lama mengeluh sepinya pengunjung yang berbelanja.

Sesuai penuturan para pedagang, dengan sistem paralel, pengunjung sulit mendapatkan tempat parkir dan akhirnya tidak jadi belanja di sana.

Padahal, dulunya kawasan ini paling padat. Menjadi tempat perputaran uang karena pusat transaksi jual beli. Tapi kondisinya kini banyak toko memilih tutup atau pindah ke kawasan lain karena sepi pengunjung.

Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang, H Syahrul-Hj Rahma berupaya mencari solusi untuk menghidupkan kembali geliat ekonomi di Kota Lama.

Hal ini sesuai dengan janji kampanye mereka, membantu menghidupkan kembali perekonomian di kawasan Kota Lama.

Mungkin tidak bisa secepatnya terwujud karena perlu usaha dan kajian-kajian.Untuk mengetahui langsung persoalan di lapangan, Hj Rahma didampingi Kadishub Kota Tanjungpinang, Bambang turun ke Kota Lama, Senin (1/10).

Hadir juga para tokoh masyarakat, Ketua RT/RW setempat didampingi Beni SH yang merupakan anggota DPRD Tanjungpinang. Hadir juga Lurah Tanjungpinang Kota, Said.

Rahma menuturkan, tak ada salahnya kembali mengembalikan sistem parkir yang dulu, jangan sampai salah memilih kebijakan membuat turunnya kunjungan ke kasawan Kota Lama.

Maka ia meminta dinas terkait untuk mengembalikan sistem parkir sebelumnya serong dengan tujuan kuota kendaraan roda empat dan dua yang terpakir lebih banyak dari sistem paralel.

Jika kebijakan ini pun tak membuat geliat ekonomi di kawasan ini hidup, maka perlu kajian yang melibatkan Kabang Ekonomi Pemko Tanjungpinang serta lainnya.

Di lapangan, Bambang menuturkan, beberapa kawasan parkir yang sebelumnya paralel kini sudah kembali serong seperti sebelumnya. Meski demikian, tetap tata rapi agar arus lalu lintas tetap bisa lancar.

Sesuai arahan Wakil Wali Kota Tanjungpinang, maka seluruh kawasan nantinya akan menerapkan sistem parkir serong. ”Tapi kami perlu lakukan kajian dulu, jangan sampai sistem parkir serong di beberapa kawasan membuat arus lalu lintas tidak lancar,” ucapnya.

Ia menilai, perlu bekerjasama dengan Satpol PP Tanjungpinang untuk menertibkan pedagang yang meletakkan jualannya sampai ke trotoar. Ini membuat hak pejalan kaki hilang.

”Kita perlu lakukan komunikasi dengan para pedagang. Mudah-mudahan dimengerti. Tujuannya baik agar perekonomian di Kota Lama hidup,” ucapnya.

Hj Rahma juga meminta sistem ngetem angkutan umum di tata rapi. Sesuai dengan garis yang telah di buat Dishub Kota Tanjungpinang. Jangan ada angkutan yang sampai ke
simpang, sehingga pengguna jasa dan pengguna kendaraan lain merasa tak nyaman.

”Pak Bambang perlu sosialisasikan ini kepada pemilik angkot. Ini kan ada pos jaga bagi petugas, harusnya bisa ditata jangan semua berebut berada di depan pos. Ini mengganggu arus lalu lintas. Tujuannya agar rapi dan tertata nantinya,” ucap Rahma.

Apalagi beberapa pengujung mengaku hampir adu kambing atau tabrakan karena tak melihat ada kendaraan dari depan, yang tertutup bodi angkutan umum. Selain itu, terkait drainase yang tersumbat dan menimbulkan bau tak sedap, ia akan mengundang Dinas
Kebersihan nantinya turun meninjau langsung. Selain itu, meminta RT/RW serta melibatkan pemilik toko untuk gotongroyong bersama.

“Ini juga meningkatkan rasa saling memiliki diantara sesama. Minimal membersihkan drainase did epan toko nya,” ajaknya ke Lurah, Said.

Beni mewakili masyarakat, meminta Pemerintah Kota Tanjungpinang serius dan mampu mengembalikan perekonomian masyarakat sekitar leboh baik. Ada beberapa keluhan yang disampaikan yang perlu disikapi.

”Saya yakin di masa pemerintahan baru ini, aspirasi masyarakat bisa didengarkan. Persoalan yang diminta tidak muluk-muluk. Mengembalikan sistem parkir namun tetap tertata rapi serta membenahi kawasan atau lingkungan biar lebih bersih dan bebas genangan air,” paparnya didampingi tokoh masyarakat lainnya.

Rahma menuturkan, ia akan rutin ke pasar, memantau kinerja para ASN sesuai bidang-
bidangnya. ”Saya akan rajin turun Pak,” ucapnya memberi keterangan ke masyarakat. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here