Parkir Paralel Bikin Pasar Sepi

0
496
PETUGAS PARKIR: Kendaraan berjejer sistem paralel yang dilakukan petugas parkir di kawasan Kota Lama, Tanjungpinang. F-ABAS/TANJUNGPINANG POS

TANJUNGPINANG – Menjelang Lebaran, pelaku Usahan Kecil Menengah (UKM) di kawasan Kota Lama Tanjungpinang sampai ke arah Tambak meminta Pemko Tanjungpinang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) memberikan ke longgaran terkait parkir. Pedagang menilai sejak diterapkannya parkir paralel, jumlah pengujung ke pasar sepi. Sebab daya tampung parkir lebih sedikit dari sebelumnya. Hal itu seperti diungkapkan Antoni salah satu pedagang.

”Pembeli di kawasan kota lama sepi sekali, selain terkait ekonomi lesu juga karena lahan parkir tidak tersedia,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, belum lama ini. Untuk itu, mejelang Idul Fitri ia meminta sistem parkir dari paralel menjadi serong seperti sebelumnya. Sebab ada banyak pengujung yang ingin berbelanja di kawasan tersebut. Diantaranya membeli pakaian, sepatu, tas, asesoris, toko kue, kaca mata, handphone (HP), kedai kopi dan beberapa jenis lainnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Dishub Kota Tanjungpinang, Abu Mansyur menilai jika ada kelonggaran, nantinya menimbulkan pemahaman masyarakat Dishub tidak tegas. Mengakibatkan setelah Lebaran, masyarakat jadi sembarangan memarkirkan kendaraan. Untuk itu, pihaknya meminta para pedagang memarkirkan kendaraan di depan Bank mandiri Jalan Tengku Umar. Sehingga space parkir yang tersedia untuk para pengunjung.

“Saya tantang pedagang mau tidak parkir kendaraan di depan Bank Mandiri, kalau mau bagus, jadi pembeli yang parkir kendaraan di tempat parkir yang tersedia,” ungkapnya. Ia menilai, parkir paralel akan tetap dijalankan. Ini demi kenyamanan kedepannya. Jangan sampai, hanya karena memberikan kelonggaran di momen Lebaran berakibat fatal.

”Kita ingin tetap tegakkan aturan demi kenyamanan,” tuturnya. Para petugas parkir diminta untuk tetap menyusun parkir sesuai ketetapan. Meski demikian, petugas Dishub tetap persuasif dengan memberikan himbauan dan peringatan. Salah satu pedagang lain, Santi mengaku keputusan Dishub menerapkan sistem parkir paralel dihargai, hanya saja khusus menjelang Lebaran atau besar bisa diberikan kebebasan.

Sehingga para konsumen dapat dengan mudah menuju toko. Harus diakui, lahan parkir juga mempergaruhi kunjungan. Bila suit mencari tempat memarkirkan kendaraan, maka pelanggan akan pergi. Menurut para pedagang di saat-saat menjelang Idul Fitri seperti sekarang dan hari raya keagamaan lainnya akan banyak pengujung. ”Momen seperti sekarang inilah tersisa sedikit harapan untuk menggais rejeki dari situasi dan kondisi ekonomi yang sangat terpuruk seperti sekarang ini,” tuturnya.(RAYMON)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here