Parkir Sembarangan Langsung Diderek

0
707
TINJAU: Gubernur Kepri H Nurdin Basirun didampingi GM PT Pelindo I Tanjungpinang saat meninjau Pelabuhan SBP, pekan lalu. f-martunas/tanjungpinang pos

Berlaku H-7 di Pelabuhan SBP

Menjelang puncak arus mudik lebaran H-7 atau Minggu (18/6) besok, mobil yang parkir sembarangan di Pelabuhan Sribintan Pura (SBP) Tanjungpinang akan diderek.

TANJUNGPINANG – Karena itu, pemilik kendaraan roda empat diminta jangan asal parkir. Karena mobil derek sudah stand by di pelabuhan itu. GM PT Pelindo I Tanjungpinang, I Wayan Suryawan selaku pengelola Pelabuhan SBP mengatakan, jalur mobil dan motor yang disiapkan tidak boleh ada parkir. Jalur itu harus steril dan jangan berlama-lama di sana. Karena, jalur itu hanya Karena, jalur itu hanya untuk antar jemput penumpang. Itu pun tak bisa berlama-lama.

”Kalau ada yang mengganggu, langsung kita derek. Sudah siaga mobil derek di sana. Pokoknya jalur itu tak bisa ada hambatan. Nanti terganggu semua penumpang,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, Jumat (16/6).

Pihaknya sudah kerja sama dengan berbagai pihak baik Dishub Pemko Tanjungpinang, Polres, TNI, Dishub Kepri, KSOP dan lainnya untuk mengamankan arus mudik di pelabuhan itu. Bahkan, becak barang kemungkinan tidak akan diparkirkan di sana.

”Nanti kita lihat posisinya yang tepat dimana,” tambahnya. Soal trestle pelabuhan, Pelindo tetap menggunakan satu trestle saja. Sebab, trestle penumpang internasional sedang ditutup karena ada proses pembangunan gedung terminal. Namun, ini yang dikhawatirkan akan membuat penumpang berdesak-desakan nanti.

Baca Juga :  Presiden Minta RUU Kepulauan Dibahas

Sebab, trestle itu menjadi pintu keluar masuk penumpang domestik dan internasional. Selama ini, hanya penumpang domestik yang keluar masuk dari sana. I Wayan mengatakan, mereka tidak akan membuat pembatas di trestle itu untuk membedakan jalur keberangkatan dan kedatangan.

”Saya rasa tak perlu lah itu. Malah justru makin rumit nanti kalau ada becak masuk. Cukup pakai tanda-tanda panah aja nanti. Misalnya, out (keberangkatan) dan in (kedatangan),” bebernya. I Wayan menambahkan, agar penumpang tidak membeludak di sepanjang trestle, maka mereka sudah menggunakan ruang tunggu di gedung terminal yang sedang tahap pembangunan.

”Sudah pernah lihat gedung kita? sudah tiga hari kita buat ruang tunggu. Kita percepat agar penumpang tidak berdiri di trestle. Jadi, penumpang duduk di ruang tunggu menunggu kapalnya berangkat,” tambahnya. Mereka juga akan menambah petugas di pelabuhan termasuk di trestle baik petugas dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Pelindo dan petugas keamanan. Para petugas ini akan membantu melencarkan arus penumpang di pelabuhan.

Kemudian, untuk motor dan mobil, akan diatur petugas parkir.  I Wayan memperkirakan, jumlah penumpang dari Pelabuhan Sribintan Pura tidak naik tahun ini. Sama seperti tahun lalu, jumlah pemudik tidak begitu membeludak. Apalagi, saat ini banyak pemudik yang hendak pulang ke Batam naik motor dan mobil bersama keluarganya melalui Roro, Tanjunguban.

Baca Juga :  Bawaslu Kota Dinilai Penakut

”Masih bisalah. Agak padat sikit, tapi tidak sampai membeludak. Tahun lalu juga tidak membeludak. Parkir sudah kita perlebar dan ada petugas yang selalu membantu memperlancar arus pelabuhan nanti,” ungkapnya. Para penjual tiket nakal pun tidak bisa lagi masuk trestle. Selama ini, masih ada penjual tiket di trestle meski jumlahnya sudah kurang dibandingkan tahun sebelumnya.

”Tak bisa jual tiket di dalam. Mereka jual di luar. Malah bikin sempit,” tegasnya. Kabid Angkutan dan Perhubungan Dinas Perhubungan Pemprov Kepri Tri Musa mengatakan, pihaknya menurunkan pegawai ke Pelabuhan SBP untuk memantau arus mudik di sana.

Namun, Dishub Kepri lebih banyak menyediakan sarana informasi di sana untuk menerima semua arus mudik dari pelabuhan dan bandara di Kepri. ”Setiap saat laporan itu harus kita rangkum. Dengan demikian, maka kejadian apa yang terjadi langsung kita tahu,” ungkapnya.

Aturan Gembok Mulai Diterapkan
Mendekati hari raya Idul Fitri masyarakat Tanjungpinang harus lebih berhati-hati dalam memarkirkan kendaraan. Harus sesuai dengan marka parkir. Kalau tidak, kendaraan Anda akan digembok oleh petugas.

Baca Juga :  Danrem: Ciptakan Rasa Aman dan Nyaman di Pilkada

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Lalu Lintas M Yamin Dinas Perhubungan Kota Tanjungpinang kepada Tanjungpinang Pos, kemarin. Ia menjelaskan, kendaraan yang parkir sembarangan di kawasan Kota Lama Tanjungpinang langsung digembok oleh petugas dari Dinas Perhubungan Kota Tanjungpinang. Sebelum melakukan penggembokan pada roda kendaraan, petugas terlebih dahulu mengimbau para pemilik untuk segera memindahkan kendaraan.

”Apabila tidak mengindahkan teguran, maka kendaraan langsung digembok,” katanya. Menurutnya, pihaknya sebenarnya telah memasang tanda larangan parkir di sejumlah ruas jalan yang rawan kemacetan namun tetap dilanggar.

”Jadi untuk mencegah para pemilik mobil parkir sembarangan, kami mengambil tindakan tegas dengan menggembok ban mobil,” ungkapnya. Petugas Dishub langsung menggembok ban sejumlah mobil yang parkir sembarangan di pinggir jalan sembari menunggu pemilik mobil datang untuk selanjutnya dilakukan penilangan. Jika pemilik mobil tak kunjung datang, mobil yang telah digembok tersebut kemudian diderek.

”Dishub Kota tetap menegur dan melakukan penggembokan sesuai aturan. Namun toleransi dengan sentuhan hati tetap kita jalankan agar pengendara memindahkan kendaraan sesuai marka parkir yang telah disediakan,” ujarnya.(MARTUNAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here