Parkir Sembarangan, Mobil Digembok

0
106
Mobil yang rodaknya digembok di Jalan Merdeka, akibat parkir sembarangan, belum lama ini. f-dok/tanjungpinang pos

Gara-gara parkir sembarangan, banyak mobil digembok pihak Dinas Perhubungan Tanjungpinang. Umumnya, mobil yang digembok itu parkir sembarangan di depan pelabuhan Sribintan Pura.

TANJUNGPINANG – Mobil tersebut digembok oleh petugas dan harus menjalankan prosedur jika ingin dilepas. Ada dua pilihan penyelesaian bagi masyarakat kendaraannya di gembok. Pertama membayar denda ke kas daerah senilai Rp500 ribu untuk kendaraan roda empat atau di tilang oles Sat Lantas Polres Tanjungpinang dengan pelanggaran rambu.

Pantuan Tanjungpinang Pos, seperti Sabtu (9/6), ada tiga mobil di depan Gedung Daerah yang parkir di atas trotoar di gembok oleh Dishub Kota. Pemilik kendaraan yang memarkirkan kendaraan roda empat dan dua sembarang sudah banyak yang mendapatkan sanksi. Peraturan ini diterapkan sejak 2016 lalu. Masyarakat terpaksa memakirkan kendaraan di atas trotoar, karena tidak mendapatkan tempat parkir di dalam pelabuhan. Masyarakat nekat, karena ia masuk ke pelabuhan menjemput sanak keluarganya tiba di pelabuhan.

Kepala Dishub Kota Tanjungpinang, Bambang Hartanto mengatakan, kepada masyarakat Kota Tanjungpinang, pelanggaran parkir yang paling banyak berada di kawasan Kota Lama. Meskipun ada juga yang di gembok petugas di beberapa kawasan lainnya.

”Paling banyak di Kota Lama, mungkin karena pusat keramaian. Khususnya hari libur,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, Senin (11/8).

Terkait jumlah kendaraan yang sudah di gembok di 2018 ini, ia mengaku tak begitu mengetahui pasti angkanya. ”Kalau jumlah yang sudah melanggar dan membayar denda saya tak begitu mengingat, tetapi cukup banyak,” tuturnya.

”Yang paling banyak malah masyarakat pilih di tilang dan mengikuti sidang. Meskipun ada juga pemilik kendaraan yang memilih membayar ke kas daerah,” ucapnya.

Untuk itu, ia mengingatkan kepada pengendara untuk memarkirkan kendaraan di markar yang disediakan atau di tempat-tempat yang sesuai.

Tujuannya agar tak menggangu jalur lalu lintas, yang mengakibatkan kemacetan serta hal lainnya. Bambang menuturkan, sebelum menggembok petugas jaga keliling akan memberikan peringatan melalui pengeras suara kepada pemilik kendaraan yang meninggalkan kendaraan di tempat yang salah. Setelah petugas menunggu sekitar 15 menit tidak ada respon maka digembok. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here