Parpol Harus Waspadai Bacaleg Bermasalah

0
397
MENGHITUNG SUARA: Petugas TPS menghitung suara di pemilu legislatif (pileg) 2014 di GOR Kacapuri, Tanjungpinang. f-adly/tanjungpinang pos

Parta partai politik (Parpol) diharapkan mewaspadai adanya calon anggota legislatif (Caleg) yang bermasalah hukum. Parpol diminta untuk lebih selektif dalam merekrut caleg 2019 mendatang.

TANJUNGPINANG – Hal itu disampaikan pengamat politik Kepri, Endi Maulidi, kemarin. Menurut mantan Ketua PKB Kepri ini, untuk mendapatkan caleg berkualitas sepenuhnya ada di tangan parpol dalam melakukan rekrutmen. Dalam pembahasan RUU Pemilu yang masih alot dibahas salah satunya, kalau ingin menjadi caleg harus mengantongi KTA parpol minimal satu tahun.

”Ini sangat penting mewaspadai partainya, supaya jangan sampai dia dimasuki orang-orang yang memiliki kepentingan pribadi untuk memburu kekuasaan saja atau sekolompok saja. Ini yang tak boleh,” jelas

Mantan Anggota DPRD Kabupaten Kepri (Bintan sekarang) jika parpol tidak jeli dalam melakukan rekrutmen caleg maka mereka jugalah yang nantinya akan dirugikan. Sudah banyak buktinya di negeri ini, setelah duduk jadi wakil rakyat, baru ketahuan pribadinya, melakukan hal-hal yang tak sesuai norma agama dan hukum seperti korupsi.

Kata dia, dengan aturan baru di RUU Pemilu, ingin menjadi caleg, minimal harus menjadi pengurus partai minimal satu tahun, tidak menjamin akan melahirkan caleg-caleg berkualitas. Bisa saja nanti, jelang-jelang pileg, parpol bisa membuat KTA bacaleg, meskipun bacaleg belum masuk dalam pengurusan.

”Caleg yang berkualitas akan melahirkan wakil rakyat yang berkualitas,” tegasnya. Kata dia, selama pileg sudah melahirkan wakil rakyat sesuai dengan hati nurani masyarakat.

”Susah juga dibilang, ada bakal caleg berkualitas tapi kalau masyarakat tak mendukung juga tak bisa. Tapi, ada bakal caleg tak berkualitas tapi didukung masyarkat mereka jadi juga anggota dewan. Inilah namanya politik dinamis,” tegasnya.

Kata dia, bagi tokoh masyarakat terutama di Tanjungpinang, ingin menjadi caleg, mulai sekarang mendekati parpol sesuai hati nurani. ”Kita inginkan caleg 2019 mendatang berkualitas,” tegasnya.

Syarat Caleg Diperketat Kementerian Dalam Negeri
Pemerintah dan DPR RI hampir menyelesaikan draf Rancangan Undang-undang tentang Pemilihan Umum. Draf tersebut saat ini sedang di bahas Dewan Perwakilan Rakyat untuk dibahas bersama.

Tim pakar pemerintah dalam penyusunan RUU pemilu, Dhany Syarifudin Nawawi mengatakan bahwa rancangan undang-undang merupakan penyempurnaan dari tiga UU yang ada, yakni UU tentang pemilihan anggota legislatif, UU tentang pemilihan presiden dan wakil presiden serta UU tentang penyelenggaraan Pemilu.

Sejumlah peraturan yang ada di tiga UU sebelumnya akan diperbaiki dalam RUU Pemilu ini. Salah satunya adalah syarat bagi seseorang untuk menjadi anggota legislatif yang akan diperketat.

Dhany mengatakan, pemilu 2019 akan lebih ketat dibandingkan pemilu sebelumnya. Di Pemilu 2019 tak sembarangan artis, pengusaha dan public figure bisa maju pemilihan anggota legislatif. Akan ada seleksi terkait keikutsertaan sang kandidat di partai politik sebelum dicalonkan.

”Kaitan dengan persyaratan orang yang ikut jadi calon legislatif pada partai. Dulu artis yang tak pernah belajar politik, masuk partai, tidak pernah masuk dunia politik, langsung diterima oleh partai politik,” kata Dhany.

Akibatnya, banyak calon anggota legislatif yang terpilih sebagai anggota DPR pusat maupun daerah yang tidak mengetahui tugas pokoknya. Dengan alasan tersebut syarat sebagai anggota legislatif akan diperketat.

”Maka harus ada batasan. Maka minimal harus jadi anggota partai politik dengan menunjukkan kartu anggota partai politik. Minimal satu tahun menjadi anggota partai untuk menghindari calon legislatif tidak mengetahui tugas dan pokoknya,” papar Dhany.(ABAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here