Parpol Sepakat Tolak Politik Uang

0
51
Bawaslu dengan seluruh partai politik dan stakeholder berusaha mewujudkan pemilu yang santun, damai dan demokratis. Deklarasi dibacakan di Hotel CK, kemarin. F-ABAS/TANJUNGPINANG POS

TANJUNGPINANG – Dalam mewujudkan pemilu yang demokratis, Bawaslu Kota Tanjungpinang mengadakan kegiatan sosialisasi tahapan pileg dan pilpres tahun 2019, sekaligus deklarasi pemilu SADAR (SAntun, DAmai dan DemoKratis) dengan seluruh partai politik dan stakeholder se-Kota Tanjungpinang, di Hotel CK, Kamis (11/10).

”Sosialisasi ini sebagai upaya memberikan pemahaman terkait peraturan dan perundangan tahapan pemilu, khususnya aturan pada tahapan kampanye bagi seluruh partai politik peserta pemilu,” ujar Muhamad Zaini, Ketua Bawaslu Kota Tanjungpinang.

Zaini menjelaskan kegiatan ini disinergikan dengan deklarasi Bawaslu dengan seluruh partai politik dan stakeholder KPU, Kesbangpol, Polres, Satpol dan unsur kecamatan, untuk membangun komitmen bersama dalam mewujudkan pemilu yang santun, damai dan demokratis.

”Kami akan melaksanakan kampanye secara SADAR demi terwujudnya pemilu yang bersih dan berkualitas, serta akan menolak dan melawan politik uang dan politisasi SARA,” ucap seluruh pengurus partai politik yang berdeklarasi menggunakan tanjak merah putih Bawaslu, dilanjutkan dengan penanda tanganan.

Zaini melanjutkan bahwa deklarasi ini merupakan komitmen setiap individu, partai politik dan kita semua dalam mewujudkan pemilu yang bermartabat.

Di antara keberhasilan pemilu adalah kontestan yang taat pada aturan yang berlaku. Seperti memperhatikan pemasangan APK (Alat Peraga Kampanye) dan BK (Bahan Kampanye) yang sesuai ketentuan. Tidak melakukan larangan kampanye seperti politik uang.

Tidak berkampanye menggunakan fasilitas pemerintah, di rumah ibadah dan lembaga pendidikan. Bawaslu berupaya proaktif memberikan pemahaman kepada partai politik, agar dapat sosialisasikan kepada para calegnya. Sebelumnya telah melakukan beberapakali rapat koordinasi untuk membahas berbagai hal krusial pada tahapan kampanye. Agar terwujud persamaan pemahaman dan persepsi.

”Mari kita ciptakan pemilu sebagai sarana pendidikan politik masyarakat, paham terkait aturan, dewasa dalam perbedaan aspirasi. Mejadikan pesta demokrasi ini dalam suasana yang menggembirakan, menyenangkan, menyejukkan, damai dan kondusif, layaknya sebuah pesta,” tegas Zaini. (bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here