Partisipasi Perempuan dalam Pembangunan Ekonomi

0
2969
Wita Dwi Anugrah

Oleh: Wita Dwi Anugrah Walentine
Julusan Ilmu Pemerintahan, UMRAH

Pembangunan ekonomi merupakan suatu proses yang dilakukan terus-menerus yang dapat mengkibatkan suatu perubahan perekonomian kearah yang lebih baik. Partisipasi perempuan di bidang ekonomi adalah salah satu indikator meningkatnya kesejahteraan. Pastinya saat membicarakan perekonomian tentu saja membicarakan perempuan juga. Dimana perempuan merupakan agent of development yang perannya sangat dibutuhkan dalam perkembangan perekonomian.  Pada saat ini wanita merupakan kaum yang terdidik, memiliki hak-hak yang sama dengan lelaki, bebas untuk bekerja selain sebagai ibu rumah tangga serta menghasilkan pendapatan yang mandiri, hal ini merupakan tanda dari kesejahteraan rumah tangga lebih meningkat.

Seperti yang dikemukakan oleh R.A. Kartini, bahwa tiap wanita mesti memiliki kemandirian secara ekonomi, agar dirinya punya kuasa dan posisi dalam hubungan domestik, keluarga, dan lingkungan sosial. Tidak bisa dipungkiri bahwa peran perempuan di dalam membangun ketahanan ekonomi, sudah dirasakan dampaknya, terutama dalam sektor informal. Perempuan yang populasinya hampir sama dengan laki-laki adalah sumber daya manusia yang potensial bagi pembangunan. Saat ini sudah terbukti, banyaknya wanita yang sukses, intinya kaum perempuan saat ini lebih bermartabat, selalu berkarya dengan tetap berpegang pada hakekatnya sebagai perempuan yang diciptakan untuk membantu pendapatan keluarganya.

Untuk mewujudkan upaya kesetaraan gender ada beberapa makna yang perlu dipahami diantaranya dengan tidak membedakan perempuan dan laki-laki untuk mendapatkan dan menikmati hasil pembangunan serta berpartisipasi dalam pembangunan, harus memperhatikan pembagian kerja menurut gender, memahami bahwa Indonesia memiliki keragaman budaya, hak serta kedudukan yang setara antara laki-laki dan perempuan dijamin oleh hukum serta memperhatikan dan mempertimbangkan hal-hal yang spesifik dari setiap kelompok.

Adanya program dari pemerintah pusat dalam pembangunan yang melibatkan peran perempuan dan anak yang dilakukan secara holistik, terpadu, dan terintegrasi yakni strategi Three Ends, akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, akhiri perdagangan manusia dan akhiri kesenjangan ekonomi. Dengan program pemerintah tersebut partisipasi perempuan dapat meningkatkan perekonomian dimana kaum perempuan lebih banyak dari kaum laki-laki, untuk itu kaum perempuan dapat melakukan sebagai bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan perempuan, maka diperlukan pemberdayaan perempuan dengan mengadakan berbagai balai kegiatan pelatihan dan bimbingan guna menciptakan kemandirian di kalangan kaum perempuan.

Dalam pemberdayaan perempuan dapat melaksanakan berbagai program pemberdayaan perempuan, baik dalam bidang ekonomi, kesehatan, pendidikan, maupun yang lain. Hal itu, membantu perempuan untuk mengembangkan potensi mereka serta mendorong perubahan ekonomi dan sosial dalam masyarakat. Seperti halnya di Kota Tanjungpinang, sudah diadakannya organisasi Perhimpunan Lintas Profesi Indonesia (PPLIPI) yang diluncurkan pada tanggal 22 Februari 2017 merupakan organisasi yang beranggotakan sejumlah perempuan dari berbagai profesi seperti ibu rumah tangga, dokter, aparatur sipil negara, pengusaha, dan profesi lainnya. Organisasi ini siap menjalankan program pemberdayaan kaum perempuan di Kota Tanjungpinang. Salah satu kegiatan yang sudah dilaksanakan ialah gerak bugar yang dipadukan dengan unsur kebudayaan yang diadakan bulan oktober lalu

Tak hanya itu, dengan mempersiapkan perempuan untuk berpartisipasi dalam ekonomi, maka akan memungkinkan mendapatkan orang-orang terbaik untuk bekerja dan berkembang tanpa membedakan gender. Peningkatan lifeskill (kecakapan) serta kompetensi (keahlian) perempuan yang pada gilirannya memiliki kepribadian hidup, sikap hidup, dan kemampuan hidup yang meningkat, menjadikan perempuan mitra sejajar dengan kaum laki-laki. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here