Pas Pelabuhan Mahal, Layanan Minim

0
547
PELABUHAN Telaga Punggur Batam nampak sibuk didatangi penumpang yang hendak berangkat ke Tanjungpinang dan sebaliknya. f-zakmi/tanjungpinang pos

Eskalator Pelabuhan Punggur Tak Berfungsi

BATAM – Pelayanan di Pelabuhan Telaga Punggur Batam menjadi soratan masyarakat yang memanfaatkan pelabuhan tersebut. Pelabuhan laut Telaga Punggur yang dikerjakan oleh PT. Hutama Karya dengan anggaran sekitar Rp64 miliar itu pelayanannya tidak sesuai harapan masyarakat.

Ketua Fraksi PKS DPRD Provinsi Kepri, Ing Iskandarsyah meminta agar Badan Pengusahaan (BP) Batam dan Pemko Tanjungpinang mampu berperan dalam memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.

Ia juga kecewa terhadap pelayanan yang diberikan manajemen pelabuhan tersebut karena fasilitas mewah tapi tidak difungsikan. Ia melihat, hampir 3-4 minggu ini eskalator yang berada di Pelabuhan Punggur yang dikelola BP Batam tersebut hingga kini belum kunjung diperbaiki.

Mahalnya tarif boarding pass Pelabuhan Punggur juga tidak sebanding dengan fasilitas yang diberikan. Ia melihat hingga pukul 12.00 WIB kemarin, eskalator dari lantai dua mau turun ke lantai satu belum juga dioperasikan.

Begitu juga eskalator kedatangan di lantai satu yang menuju lantai dua juga belum diaktifkan. Para penumpang yang membawa barang atau orang tua terpaksa harus menggunakan tangga yang berada di samping eskalator.

”Fasilitasnya sih mewah tapi tidak ada gunanya karena tidak difungsikan untuk penumpang. Satu orang penumpang harus bayar Rp10 ribu. Sudah mahal, tapi ketika rusak, lama sekali diperbaiki,” katanya, kemarin.

Ia juga yakin eskalator itu kemungkinan tidak rusak karena belum beberapa tahun dioperasikan. Sambung dia, mestinya dengan pelabuhannya mewah, masyarakat yang menggunakan pelabuhan tersebut merasa nyaman dan tidak harus naik turun tangga.

”Kalau anak muda bolehlah naik turun tangga, tapi kalau orang tua gimana perasaan kita harus turun naik tangga. Lokasi tempat tiketnya di lantai dua, penumpang harus ke lantai dua dulu membeli tiket baru ke lantai satu dan masuk ke area pelabuhan,” bebernya.

Ia juga membeberkan, pihak BP Batam dalam forum rapat, Iskandarsyah mengaku pernah mengkritik karena mahalnya tarif boarding pass pelabuhan saat itu. Dia membandingkan di Pulau Jawa atau Sumatera, masyarakat memakai pelabuhan jika ingin mudik lebaran saja. Bahkan, masyarakat menggunakan pelabuhan hanya dua kali dalam setahun.

Tapi, jika dibandingkan di Kepri, bisa tiap hari. Jadi tak usah mahal, kalau perlu bayar cuma Rp2 ribu saja. Pelabuhan Punggur dibangun pakai APBN pusat bukan swasta, mestinya harus murah demi pelayanan pemerintah kepada masyarakatnya.

Iskandarsyah juga mempersilahkan BP Batam fokus ke aspek bisnis dan komersial. Akan tetapi tidak memberatkan masyarakat dengan masalah tarif tersebut. Mestinya, karena dana bersumber dari uang negara, maka pelayanan benar-benar harus maksimal. ”Kita minta BP segera memfungsikan seluruh eskalator yang ada tersebut,” tegasnya.

Diapun berharap agar BP Batam segera memperbaiki fasilitas yang telah rusak tersebut agar dapat memberikan rasa aman dan nyaman kepada penumpang maupun pengunjung. Dia menegaskan, BP Batam harus menyampaikan kepada Menteri Keuangan guna peninjauan kembali tarif pas pelabuhan dan tarif sarana yang lainnya di Pelabuhan Punggur.

”Kalau begini, uang pass mahal tapi tidak sebanding dengan pelayanan, ya kita akan minta evaluasi saja,” tegasnya,” ujarnya. (bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here