Pasangan Gay Diamankan Warga

0
475
Sepasang suka sesama jenis saat diamankan di Satpol PP f-istimewa

Natuna – Dua lelaki yang mengaku sebagai sepasang kekasih diamankan pihak kecamatan yang dibantu Satpol PP Natuna. Tingkah mereka dianggap sudah meresahkan warga.

AR yang merupakan warga Desa Teluk Baru, Natuna beserta ER pendatang dari Jakarta Pusat itu mengaku saling suka. Bahkan, mereka memiliki panggilan layaknya Pasutri yaitu Mami-Papi.

Pengaman itu bermula dari warga Desa Teluk Baru, Kecamatan Bunguran Timur mengadukan ke pihak kecamatan setempat.

Warga menilai mereka masuk kelompok LGBT atau Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender. Khusus AR dan ER golongan gay.

Camat Bunguran Timur, Asmara Juana Suhardi melalui Kasi Trantib Kecamatan Bunguran, Marhadi, awalnya mengaku terkejut dan bahkan sempat tidak percaya. Namun setelah penelusuran ternyata ke dua pemuda itu mengaku memiliki hubungan spesial.

Pihaknya membawa ke dua laki-laki itu ke Mako Satpol PP Natuna, Jumat (19/10) kemarin. “Kedua lelaki itu mengaku suka sama suka,” tuturnya.

Terkait awal hubungan, keduanya mengaku memulai perkenalan melalui jejaring media sosial Facebook (FB), sejak April lalu.

Setelah itu, komunikasi terus berlanjut melalui media sosial. Mereka mengaku bersepakat menjalin kasih dengan komitmen berpacaran. Dari situ, mereka semakin sering video call. Serta sesekali berbicara melalui telpon seluler.

“Hanya kurun waktu sebulan, AR meminta ER untuk mengunjunginya ke Kabupaten Natuna dengan ongkos yang diberikannya. Maka ER pun nekat berangat dari pelabuhan Tanjung Priuk menuju pelabuhan Selat Lampa. Setibanya di Natuna ER langsung diajak tinggal oleh AR dirumahnya di Teluk Baruk,” jelasnya.

Kabid Penegakan Perda dan SDM Satpol PP Natuna, Wendriadi menuturkan, pihaknya pun memanggil keluarga AR. Berdasarkan kesepakatan, maka ke dua pemuda itu harus dipisahkan dengan memulangkan ER ke Jakarta. Bahkan, kedua pemuda itu juga diminta membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi kejadian yang sama.

Ia menuturkan, bahwa prilaku tersebut termasuk dalam tindakan yang melanggar Peraturan Daerah (Perda) nomor 10 tahun 2005 tentang Penyakit Masyarakat (Pekat) yang dimana pasal 6 tentang homo seksual bisa dikenakan sanksi pidana.

Meski demikian, pihak Satpol PP Natuna masih memberikan pembinaan dengan melakukan komunikasi secara persuasif dan non yudistisi terlebih dahulu.

Apabila komitmen yang diberikan tidak didengarkan maka pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk melakukan tindakan sesuai aturan hukum yang berlaku.

Wendriadi menuturkan, prilaku gay baru pertama kali ditangani pihak Satpol PP Natuna. Ia berharap jangan sampai para pemuda maupun pemudi terjerumus dalam komunitas LGBT. Ini meresahkan warga.

Dituturkannya, ER akan di pulangkan kembali ke daerah asalnya menggunakan Kapal Bukit Raya yang dijadwalkan berlabuh, Minggu ini. (hdr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here