Pasangan Gay Ditemukan di Natuna

0
163
Ngesti Yuni Suprapti

Wabup Minta Ortu Awasi Anak

Natuna – Pasangan gay yang digerebek warga bersama Satpol PP Natuna di Desa Sepang, Kecamatan Bunguran Timur mengejutkan semua pihak.

Begitu juga pengakuan Wakil Bupati Natuna, Ngesti Yuni Suprapti yang mengaku terkejut dan meminta orang tua (Ortu) memalukan pengawasan kepada anak-anak.

Ia meminta kepada seluruh masyarakat ikut andil menolak komunitas gay maupun LGBT. Sebab hubungan sesama jenis ini dapat merusak moral bangsa dan norma agama.

“Ya Allah, kok bisa ada ya. Kepada orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak- anaknya. Kepada KPPAD, organisasi agama, pemuda dan mahasiswa turut giat melakukan sosialisasi terhadap bahaya LGBT,” kata Wabup Ngesti, Minggu (21/10) melalui selulernya.

Guna mencegah terjadinya hubungan sesama jenis sambung Ngesti, perlu adanya pengawasan dari lingkungan sekitar. Jika peran ini berjalan, lingkungan akan terhindar dari kelompok LGBT.

Ia juga meminta kepada Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga Natuna, harus sering mensosialisasikan bahaya LGBT ke seluruh sekolah di lingkungan Natuna. Caranya bisa melalui dialog interaktif, atau bisa disampaikan para guru disela-sela proses belajar mengajar berlangsung.

“Pihak RT/RW dapat lebih aktif terhadap lingkungannya terutama keberadaan orang asing. Mari kita sama-sama melawan hubungan sesama jenis,” harapnya.

Selanjutnya kata Ngesti, pemerintah melalui Satpol PP secara rutin akan mengawasi tempat hiburan dan rumah kontrakan. Ini dilakukan untuk mencegah terjadinya hubungan diluar nikah dan LGBT.

“Untuk pasangan gay yang diamankan kemarin, akan diberikan pembinaan. Kita berharap mereka bisa menyudahi dan kembali hidup normal,” tutupnya.

Sebelumnya, pada Jumat (19/10) malam di salah satu rumah di Desa Sepempang, Kecamatan Bunguran Timur telah diamankan dua orang laki-laki yang mengaku memiliki hubungan spesial. Bahkan saat dimintai keterangan oleh petugas Satpol PP Natuna, mereka menuturkan layaknya suami istri memiliki panggilan khusus yaitu, Papa-Mama.

Adapun identitas keduanya adalah ER, asal kota Jakarta kelahiran 20 Juni 2002. Serta pasanganya AR, kelahiran Sepempang, 12 Mei 1993.

Mereka berkenalan melalui media sosial pada bulan April 2018. Komunikasi keduanya berlanjut dengan sering video call melalui handpone hingga akhirnya bertemu.

Sesuai penuturan keduanya kepada petugas Satpol PP bersama Babinkamtibmas dan Babinsa, mereka sudah melakukan hubungan tak wajar sebanyak 35 kali. Setelah dimintai keterangan, selanjutnya ER sudah dipulangkan ke Jakarta menggunakan kapal Bukit Raya. (hrd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here