Pasar Induk Jodoh Jadi Lima Lantai

0
713
Kondisi Pasar Induk Jodoh yang semakin tua dan memprihatinkan. f-istimewa

BATAM – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam, Zarefriadi mengungkapkan langkah pihaknya untuk revitalisasi Pasar Induk Jodoh. Langkah itu dilakukan, karena melihat kondisi pasar Induk jodoh pada saat ini sangat memprihatinkan dan tidak terurus. , fungsi saat ini lebih sebagai tempat tinggal dan penyimpanan barang dagangan dan bukan untuk jualan.

Zarefria di saat diskusi dengan perwakilan Pedang pasar induk Jodoh, BP Batam, pihak Kepolisian, Konsultan beberapa waktu lalu, mengungkapkan pasar tersebut dikelola oleh pihak pemerintah Kota Batam. Langkah itu sekaligus untuk mendorong wilayah Nagoya dan Jodoh kawasan wisata dan kuliner untuk mendorong PAD Kota Batam.

”Dengan tujuan kepastian berusaha bagi para pedagang, perlindungan konsumen, pemamfaatan lokasi sebagai contoh aktifitas pasar,” ungkap Zaref.

Rencana Pembangun Pasar induk ini dengan Luas lahan 15404 M2 terdiri dari 5 lantai dengan kapasitas 2460 bh terdiri dari lapak, kios, ruko dan pergudangan dan juga tersedia gedung parkir dan fasilitas lainnya. ”Di lantai 5 merupakan ruang terbuka bisa melihat keindah kota Batam dan Singapura sambil menikmati kuliner yang ada,” katanya.

Dibeberkan, dari data Dinas Perdagangan dan perindustrian Kota Batam terdata 1.239 pedagang di Toss 3000, 86 pedagaang di Pasar Jodoh. Selain itu, ada 430 di kawasan Boulevard Jodoh. ”Semua pedagang ini akan di pindahkan ke lokasi Pasar induk, sehingga di kawasan jodoh dan Nagoya tidak terdapat lagi pedagang K5, sehingga tertata rapi dan indah,” tegasnya.

Perwakilan pedagang Pasar Induk, Yudianto menyampaikan, salah satu kegagalan pengelolaan pasar induk, masalah pendataan. Dinilai, banyak yang bukan orang Batam bisa memiliki sampai 10 kios/ lapak, sehinggga terjadinya pasar menjual pasar.

”Sebelum di bangun pasar induk yang baru diminta kepada pihak Pemerintah Kota Batam merelokasikan pedagang yang ada, untuk mendapatkan lapak/kios tersebut untuk melanjutkan usaha dagangnya,” harap Yudianto.

Sementara, Kabid Aset BPKAD, Syanti sufri menyampaikan, pihak BP Batam memberikan dukungan yang baik. Di mana, aset pasar induk dari BP Batam ke Pemko Batam dalam tahap proses Hibah. ”Sekarang sudah diproses di BPKN dan akan melakukan cek fisik pada bulan Februari yang akan datang,” imbuhnya. (mbb)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here