Pasar Induk Pakai Eskalator & Lift

0
148
USAI meninjau Pasar Induk Jodoh, Gubernur Kepri H Nurdin Basirun beserta sejumlah kepada dinas meninjau parit yang ada di Batam, Selasa (4/9). f-istimewa/humas pemprov kepri

Gubernur Kepulauan Riau H. Nurdin Basirun meminta pembangunan Pasar Induk Jodoh Batam agar pakai eskalator dan lift untuk memudahkan masyarakat.

BATAM – HAL itu disampaikan gubernur saat meninjau Pasar Induk Jodoh Batam, Selasa (4/9). Dalam kunjungannya ini, gubernur didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pemprov Kepri Abu Bakar, Kadisperindag Burhanuddin serta Kadis Perikanan dan Kelautan Edi Sofyan. Selain itu hadir juga Kepala Dinas PU Kota Batam Ir. Yumasnur.

Pada kesempatan ini, Nurdin meminta dalam mendesain Pasar Induk nantinya agar tersedia eskalator dan lift. Dengan demikian masyarakat yang berbelanja lebih dimudahkan dan merasa nyaman.

Masalah anggaran, jika anggaran dari pusat tidak bisa dijolok, maka solusinya adalah sistem goyong-royong antara Pemerintah Provinsi Kepri dan Kota Batam. ”Kita hitung biaya yang dibutuhkan. Kemudian dibagi dua antara Pemerintah Provinsi Kepri dengan Pemerintah Kota Batam,” kata Nurdin.

Setelah meninjau Pasar Induk Jodoh, gubernur melanjutkan peninjauannya ke sebuah saluran pembuangan yang ada di depan Gedung Graha Kepri Batam Centre.

Kemudian melihat lokasi yang rawan banjir yang ada di taras dan tikungan seberang Dragon Industrial Kabil. Kemudian peninjauan diakhiri di lokasi saluran pembuangan di Kaveling Senjulung, Punggur, Batam.

Gubernur meminta agar semua persoalan ini bisa segera diselesaikan dengan membuat perencanaan yang baik serta bermanfaat bagi masyarakat banyak.

Ini sesuai dengan janji gubernur kepada masyarakat Kaveling Senjulung untuk menyelesaikan permasalahan banjir yang selalu melanda di pemukiman mereka.

”Segerakan langkah perbaikan saluran pembuangan, agar masyarakat terhindar dari genangan air,” ujar nurdin.

Usai meninjau saluran pembuangan air sepanjang 3,5 Km di Kaveling Senjulung Punggur Batam tersebut, kemudian Nurdin dan rombongan bertolak ke Pulau Jagoh untuk bersilaturahmi dengan masyarakat di sana.

Pasar Induk dibangun Otorita Batam (OB) yang kini ganti baju menjadi Badan Pengusahaan (BP) Batam. Namun pasar ini gagal dan sepi. Kini, Pasar Induk sudah diserahkan ke Pemko Batam dan menjadi Aset pemda. Pemko pun berniat merenovasi pasar tradisional tersebut.

Saat mendesain pasar ini, Nurdin meminta agar pakai lift serta eskalator agar menjadi pasar tradisional modern.(MARTUNAS-SUHARDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here