Pasar Induk Rp133 Miliar Terkendala RDTR

0
68
Burhanuddin Kadisperindag Pemprov Kepri bersama Gubernur Kepri H Nurdin Basirun saat meninjau lokasi yang akan dibangun pasar induk modern di Batu 8 Tanjungpinang, baru-baru ini. f-suhardi/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Kepala Dinas Perdagangan dan Industri (Disperindag) Kepri, Burhanuddin mengatakan, rencana pembangunan Pasar Induk di Tanjungpinang masih menunggu rampungnya Perda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dari Pemko Tanjungpinang.

Kata dia, sebenarnya sudah ada progres yang menjanjikan untuk pembangunan pasar berskonsep tradisional modern di kawasan Batu 8 Tanjungpinang.

”Pada prinsipnya Kementerian Perdagangan bersama Kementerian Pekerjaan Umum sudah berkomitmen untuk mewujudkan itu,” ujar Burhanuddin di Tanjungpinang, kemarin.

Salah satu persoalan yang belum tuntas sekarang ini adalah RDTR Tanjungpinang yang belum terbit. Dijelaskannya, apabila RTDR rampung, pihaknya akan segera membuat laporan ke Kementerian Perdagangan.

Disebutkannya, berdasarkan Detail Engineering Design (DED) yang sudah dirancang, memang membutuhkan anggaran yang cukup besar, sekitar Rp133 miliar.

”Pasar itu nanti akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas. Karena memang konsepnya tradisional dan modern. Seperti arena permainanan, taman, bahkan ada juga cold storage dan pergudangan,” jelas Burhanuddin lebih detail.

Burhanuddin menceritakan, untuk kebutuhan bongkar muat barang, juga akan dibangun pelabuhan yang terhubung langsung ke bagian pasar. Sehingga bisa memecah kepadatan aktivitas bongkar muat yang terjadi pelabuhan-pelabuhan yang ada di Tanjungpinang.

”Tentu ini akan memudahkan proses distribusi kebutuhan ke pulau-pulau sekitar. Sehingga tidak lagi bertumpu di kawasan Pelantar II Tanjungpinang,” jelasnya lagi.

Dikatakannya, pada awalnya, status lahan memang menjadi kendala. Karena terjadinya tumpang tindih pemilik. Namun seiring berjalannya waktu, sudah ada titik temu.

Karena yang menjadi persoalan adalah lokasi jalan untuk pembangunan pasar tersebut. Sedangkan untuk lokasi pembangunan pasar seluas 4,75 hektare sudah tidak ada masalah lagi.

”Pembangunan ditargetkan rampung dalam dua tahun anggaran. Pasar itu nanti kita desain elegan. Yakni tradisional dan modern,” tutup Burhanuddin. (ais)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here