Pasar Kota Lama Semrawut

0
204
Suasana di jalan Pasar Baru Tanjungpinang. f-suhardi/tanjungpinang pos

Pasar tradisional di Kota Lama kian mengkhawatirkan. Bahkan, diperkirakan banyak kios-kios tutup karena sepi pembeli. Jalan menuju pasar becek dan bau.

TANJUNGPINNAG – Pemprov Kepri tahun lalu dan tahun ini, berwacana untuk melakukan revitalisasi Pasar Baru, tapi tak kunjung terwujud. Sumber anggaranya dari APBN. Tujan dilakukan revitalisasi Pasar Baru, supaya pasar tertua tersebut tidak semraut lagi. Dan, pasti ramai pengunjung karena bersih dan tertata rapi.

Tapi, kondisi sekarang semakin mengkhawatirkan. Jalan dan lorong yang ada di Pasar Baru, Pasar Ikan serta Lorong Gambir Kota Lama, semakin parah. Warga malas untuk belanja di kawasan tersebut. Sampah juga terlihat berserakan, jalan kawasan selalu becek apalagi saat musim hujan tiba, kawasan itu selalu ada genangan air dan menimbulkan bau tak sedap.

Akhir pekan kawasan ini banyak dikunjungi turis dari Singapura dan Malaysia. Mereka datang untuk membeli sotong kering dan bilis, untuk oleh-oleh dibawa pulang ke Singapura dan Malaysia.

Banyak juga kendaraan terparkir tidak rapi, jadi masyarakat yang ingin belanja tidak seluasa. Lebar lorong jalan yang sekitar 2,5 meter tersebut juga digunakan pedagang untuk berjualan. Akses jalannya semakin sempit. T

erkait kondisi jalan yang becek dan menimbulkan bau tak sedap mendapat protes dari pengunjung maupun pedagang. Hanya saja hingga kini belum dibenahi. Butuh kerja keras pemerintah daerah untuk membenahi kondisi pasar tersebut.

Salah satu pedagang di Lorong Gambir, Sianturi menuturkan, pihaknya menumpang berdagang di depan kios. Hal ini dilakukan, karena meyakini banyak pengunjung yang lalu lalang orang di kawasan itu, dibandingkan berjualan di lantai dua Pasar Baru, sepi pembeli.

”Kalau di sini lumayan yang lalu lalang, kalau kami dipindahkan khawatir di tempat yang baru sepi pembeli. Contohnya saja Pasar Baru II, sejak diresmikan sampai sekarang sepi pembeli. Saya berharap, kawasan ini hanya dibenahi namun kami tidak dipindahkan,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, kemarin.

Ia berharap, pemerintah sekarang pro terhadap pedagang kecil, melalui berbagai program dan dukungan infrastruktur memadai. Misalnya, membuat pembangunan jalan yang lebih baik, agar pengunjung tetap nyaman. Membuatkan desain unik untuk perdagangan kaki lima.

Menurutnya, jika pihaknya di tata lebih rapi pasti akan mau, asal jangan dipindahkan serta terkesan kucing-kucingan dengan petugas.

Ini membuat perdagangan tidak nyaman. Ia menilai, pemerintah hanya perlu memperbaiki kondisi jalan, membangun drainase terpadu sehingga saat hujan turun air tak menumpuk di permukaan jalan. Ia menilai, masyarakat Tanjungpinang masih suka berbelanja di pasar tradisional.

Menurutnya, kunjungan yang semakin sepi, karena tidak di dukung infrastruktur yang memadai. Apalagi kondisi hujan, sangat memprihatinkan. Semua jalan becek yang meninggalkan noda pada pakaian dan tubuh. ”Kita mendambakan pasar ini yang bagus dengan fasilitas yang bagus,” paparnya.

Hal senada disampaikan Selvi salah satu pengunjung. Menurutnya, pasar tradisional Kota Lama butuh pembenahan dan fokus pembangunan. Jangan sampai, pasar ini berlahan semakin kumuh dan sepi pembeli. Menurutnya, bila pasar ini di desain dengan bagus, bukan tidak mungkin menjadi kawasan berbelanja yang dikunjungi wisatawan.(DESI LIZA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here