Pasar Malam Tumbuhkan Jiwa Usaha

0
275
WALIKOTA Tanjungpinang H Syahrul meninjau stan mahasiswa di Pasar Mahasiswa STTI Tanjungpinang di Jalan Pompa Air, Jumat (3/5) malam. f-rahmat/tanjungpinangpos

Masyarakat dan 122 Mahasiswa STTI Tanjungpinang Jualan

Sekolah Tinggi Teknologi Indonesia (STTI) Tanjungpinang sukses menggelar Pasar Mahasiswa sejak, Jumat (3/5) malam. Pasar Mahasiswa ini salah satu upaya untuk menumbuhkan jiwa wira usaha di kalangan mahasiswa itu sendiri.

TANJUNGPINANG – Pasar Mahasiswa itu berlangsung selama 2 hari hingga Sabtu (4/5) malam bertempat di halaman parkir Kampus STTI Jalan Pompa Air.

Sebanyak 122 mahasiswa-mahasiswi STTI turut serta dalam kegiatan kegiatan Pasar Mahasiswa tersebut yang telah kelima kali digelar pihak kampus.

Sementara, total stan yang ada pada Pasar Mahasiswa itu berjumlah 56 stan. Namun, pihak penyelenggara juga mengikutsertakan masyarakat sekitar untuk berkesempatan berjualan di Pasar Mahasiswa.

Pasar Mahasiswa yang digelar, merupakan tindak lanjut dari mata kuliah kewirausahaan yang dipimpin dosen bernama Mulyadi Tan.

Kegiatan itu dibuka langsung oleh Walikota Tanjungpinang H Syahrul, dengan mengunjungi langsung seluruh stan mahasiswa.

Dalam wawancaranya, Syahrul mengatakan, bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang yang dipimpinnya sangat mengapresiasi dan mendukung program kewirausahaan Pasar Mahasiswa STTI Tanjungpinang.

Karena menurutnya, salah satu bentuk upaya STTI dalam menumbuhkan pendidikan entrepreneur melalui mata kuliah kewirausahaan.

”Dengan kegiatan Pasar Mahasiswa ini, merupakan nadi penggerak perekonomian Kota Tanjungpinang. Pengunjung juga ramai, dan antusisme mahasiswa-mahasiswi yang ikut serta juga tinggi,” ujar Syahrul, setelah berkeliling melihat stan mahasiswa STTI Tanjungpinang.

Syahrul berharap, kampus-kampus lain juga dilaksanakan kegiatan serupa. Sehingga, generasi muda Tanjungpinang khususnya termotivasi untuk berwiraswasta.

Dengan kegiatan ini, tentunya bisa merubah mindset anak muda tanpa harus berharap bekerja di pemerintahan setelah kuliah seperti menjadi honor.

Dosen Kewirausahaan STTI Tanjungpinang, Muliyadi Tan mengatakan, ini program ujian akhir semester mata kuliah kewirausahaan.

Untuk itu pihaknya mengadakan praktik langsung di lapangan untuk menjadi seorang pengusaha atau entrepreneur sejati sejak dini.

Dengan berjualan seperti ini, lanjut Ahi sapaan akrabnya, mahasiswa-mahasiswi langsung mengasah mental dengan berhadapan langsung di hadapan konsumen.

”Ini lah ilmu dasarnya untuk menjadi seorang pengusaha. Walau pemula, tentunya mereka harus semangat memulai sesuatu dari yang skala terkecil. Dengan demikian, mereka akan belajar berdiri, dan menanggung risiko berat menjadi pengusaha,” jelasnya.

”Ini tidak mudah bagi mereka. Tetapi, mental harus lah disiapkan dengan kegiatan seperti ini. Sebab, risiko untung dan rugi akan selalu menghiasi hari demi hari di hadapan kita yakni situasi pasar,” tambah Ahi.

Bahkan, Ahi merasa senang sejak digelarnya kegiatan hingga yang kelima kali ini telah ada beberapa yang menjadi tekun membuka usaha di luar kegiatan ini.

Sehingga, Ahi merasa upaya yang dilakukannya berhasil dengan mencetak pengusaha muda.

”Sistem penilaiannya yakni segi kreativitas produk yang ditawarkan. Selain itu, omzet penjualan dan kebersihan stan hingga seni kreativitas marketingnya tak luput dari penuilaian,” terang Ahi.

Bahkan, Ahi juga menunjukkan trik marketing mahasiswa-mahasiswi yang ikut bazar melalui sarana online seperti Sosial Media (Medsos) seperti Instagram, Facebook dan Whatsapp.

Seperti tahun lalu, omzetnya selama dua hari saja mencapai Rp70 juta. Ia juga berharap, kali ini omzet secara keseluruhan bisa mencapai Rp100 juta lebih.

Dirinya juga menekankan, bahwa yang berstatus mahasiswa di STTI Tanjungpinang harus menjadi pengusaha setelah wisuda nanti.

”Saya harap setiap mahasiswa-mahasiswi harus semangat, dan pantang menyerah untuk menjalani dengan sabar dalam menghadapi risiko menjadi pengusaha,” harapnya.(ADLY ‘BARA’ HANANY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here