Pasar Payalaman Dibidik Kejaksaan

0
720
TIM ahli saat memeriksa pondasi bangunan Pasar Payalaman yang dibangun di atas laut untuk uji kelayakan karena diduga dikorupsi. F-ISTIMEWA

ANAMBAS – Kejaksaan Negeri (Kejari) Cabang Natuna di Tarempa, terus mendalami dugaan kasus korupsi pembangunan Pasar Tradisional Perbatasan yang dibangun di Desa Payalaman di Kecamatan Palmatak. Pasar tersebut dibangun dengan nilai kontrak sekitar Rp 900 juta.

Pihak Kejari Cabang Tarempa, sudah memanggil sejumlah saksi terkait masalah tersebut.
Kini pihak Kejari Cabang Tarempa mendatangkan dua tim ahli konstruksi dari Unri Pekanbaru.

Kedatangan para ahli tersebut, untuk mengecek kondisi fisik pasar tersebut. Baik dari sisi kemiringan, maupun dari sisi konstruksi. Uji fisik yang dilakukan tim ahli itu, seperti mengukur kekuatan beton, mengukur kemiringan dan sebagainya.

Dari tanda-tanda fisik yang terlihat, pasar tersebut terlihat miring, bahkan perbedaan antara sisi kiri dan kanan pasar sangat mencolok. Dari sebelah timur, fisik pasar terlihat lebih tinggi dibandingkan dengan sisi sebelah barat. ”Setelah ditarik benang, selebihnya sampai 41 sentimeter,” ungkap Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Natuna di Tarempa Muhammad Bayanullah, ketika menyaksikan pengecekan pasar secara fisik kemarin.

Baca Juga :  Jalan Kampung Baru Tak Layak

Hasil uji fisik tersebut nantinya, akan disampaikan kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk mengetahui jumlah kerugian. Selain itu, juga untuk menentukan apakah pasar tersebut layak digunakan atau tidak. Namun yang jelas, setelah dilakukan uji fisik pihaknya tinggal menunggu hasil kesimpulan uji fisik bangun pasar tersebut. ”Tim ahli yang bisa menentukan nilai kerugian, dan layak atau tidaknya bangunan pasar tersebut. Kita tunggu hasilnya,” ungkapnya lagi.

Kepala Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Payaklaman Kardi, mengatakan, jika pembangunan pasar tersebut sudah mendapatkan teguran dari dinas Koperasi dan Usaha Mikro Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kepulauan Anambas ketika kemiringan pasar sudah mulai terlihat. ”Ketika kemiringan sudah terlihat, pihak dinas Disperindagkop sudah ingatkan agar diperbaiki,” jelasnya.

Baca Juga :  Jaga Sinergitas, Polres dan Lanal Gelar Coffe Morning

Namun, oleh pihak koperasi Serba Usaha Sekar Wangi selaku pelaksana pembangunan pasar tersebut bandel dan tidak menghiraukan teguran itu yang justru memilih melanjutkan pembangunan. Sehingga, setelah dilanjutkan pembangunannya pasar menjadi semakin miring.

”Pada saat pemasangan bata di sekeliling pasar, sudah mulai kelihatan miring, selisihnya sekitar 10 sentimeter, sudah ditegur tapi pembangunan tetap dilanjutkan,” terang Kardi.

Dirinya menambahkan, sebenarnya lokasi pembangunan pasar juga bukan ditempat tersebut. Tapi disebelah Timur Laut, dari lokasi yang sekarang ini. Sebenarnya tidak disitu karena tempat itu aliran sungai, tapi entah kenapa bisa dibangun disitu,” ujarnya.

Baca Juga :  Pelayanan Kesehatan Prioritas di Bulan Ramadan

Sementara itu, Kepala desa Payaklaman Sunardi, membenarkan lokasi awal tidak ditempat yang sekarang ini.Tetapi di sebelah timur laut dari posisi sekarang. ”Waktu itu saya ikut mengukur, tapi tiba-tiba pindah,” jelasnya. Namun demikian sejatinya pihaknya masih meinginkan agar pasar tersebut bisa dimanfaatkan. Kalau bisa dimanfaatkan,” harapnya. (INDRA GUNAWAN)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here