Pasar Sepi karena Parkir

0
403
Kendaraan saat parkir serong di kawasan bisnis Kota Lama. Foto insert petugas Dinas Perhubungan sedang mengecat garis sistem parkir serong, Sabtu (14/4) malam. F-Raymon/TANJUNGPINANG POS DAN ISTIMEWA

Pemerintah kembali mengubah sistem parkir kendaraan di kawasan bisnis Kota Lama. Dari sistem pararel kembali ke sistem serong 35-40 derajat. Sistem baru ini mulai diterapkan Sabtu (14/4).

TANJUNGPINANG – Sistem pararel kemarin diterapkan dengan harapan mampu nenampung lebih banyak kendaraan yang parkir. Semula menerapkan sistem paralel alasannya agar jalan lalu lintas kendaraan lebih lebar di sepanjang jalan tersebut. Namun, dalam pelaksanaanya, dikeluhkan para pedagang. Sejak diterapkan sistem parkir pararel, pengunjung pasar sangat sedikit yang datang berbelanja. Ini karena payahnya lokasi parkir dan ruas parkir hanya cukup untuk kendaraan pedagang saja. Dampaknya, omzet para pedagang setiap hari terus turun.

Pantauan di lapangan, perubahan sistem parkir sudah mulai diterapkan di Jalan Merdeka hingga persimpangan Jalan Teuku Umar, tepatnya di samping pos polisi. Alex pedagang di kawasan tersebut, berterima kasih kepada pemerintah, karena telah mengembalikan sistem parkir ke semula (serong, red).

”Dengan sistem parkir kendaraan serong, saya yakin masyarakat mulai ramai lagi datang belanja di sini, karena tempat parkir sudah tersedia,” kata Alex kemarin.

Alex mengharapkan, dengan adanya perubahan sistem parkir serong, berharap agar omzetnya atau pendapatan dapat menambah dengan banyaknya lahan parkir kendaraan tersedia. Para pembeli tidak perlu sulit mencari tempat parkir atau memarkir kendaraan yang lokasinya jauh tempat berbelanja.

”Sebagai masyarakat kita hanya mengusulkan kepada pemerintah. Tapi, usulan kita terima, ya kita berterima kasih kepada pemerintah mau mendengarkan keluhan para pedagang,” tuturnya.

Sementara itu, Ros salah satu pedagang di Jalan Pasar Ikan juga mengharapkan dengan penataan sistem parkir baru, banyak masyarakat yang datang untuk berbelanja lagi. Karena, sudah gampang mencari tempat parkir.

”Bagus seperti seronglah bisa memakan tempat untuk kendaraan. Namanya pusat bisnis macet dikit tak apalah, itu tanda-tanda ekonomi mengeliat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dishub Kota Tanjungpinang, Bambang Hartanto mengatakan penerapan sistem parkir serong atas masukan dari pedagang dan permintaan dari masyarakat.

Sebelum diterapkan parkir serong, pihaknya terlebih dahulu melakukan kajian di daerah tersebut. ”Pertama, melihat kondisi di daerah tersebut. Apakah daerah tersebut memungkinkan untuk diterapkan parkir serong atau tidak. Kalau diterapkan, apakah daerah tersebut tidak menjadi macet. ”Semua ini kita perlu kaji. Alhamdulillah, daerah tersebut tidak bakal macet. Dan ini malah memudahkan pengemudi mobil untuk parkir di daerah tersebut,” ucapnya.

Parkir serong, lanjut Bambang, baru pertama diterapkan di daerah Jalan Merdeka. Penerapan ini kemungkinan bisa di daerah lainnya. Namun, sebelum menerapkan terlebih dahulu akan dilakukan kajian di daerah tersebut. ”Jangan kita terapkan parkir serong itu, malah menjadi macet. Ini yang kita tidak mau. Tapi ini tidak menimbulkan macet,” sebut dia. (RAYMON-ANDRI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here