Pasar Takjil Tergusur Proyek Penanganan Banjir

0
621
H Lis Darmansyah

Pasar Takjil Jalan Pemuda untuk bulan Ramadan tergusur oleh proyek PT Jaya Kencana Sarana yang sedang mengerjakan drainase penanggan banjir. Proyek ini berjalan hingga September 2017.

TANJUNGPINANG – Pengerjaan proyek pengendalian banjir di Jalan Pemuda Tanjungpinang masih belum rampung.

Padahal, di setiap bulan puasa tiba, ada pasar kaget yang menjajakan menu makanan buka puasa di lokasi ini.

Ini sudah menjadi budaya di Tanjungpinang bahwa di beberapa ruas Kota Tanjungpinang tak terkecuali Jalan Pemuda.

Sayang pasar takjil tersebut untuk tahun ini dipastikan tidak akan ditemukan di area pemuda khususnya di sekitaran wilayah pengerjaan proyek pelebaran parit tersebut.

Awalnya, pasar takjil akan dipindahkan ke lokasi Jalan MT. Haryono Batu 3. Tapi, ditolak oleh Wali Kota Tanjungpinag, Lis Darmansyah dengan alasan tarlalu jauh untuk dijangkau warga sekitaran Jalan Pemuda.

Lis bahkan menyarankan untuk tetap menggelar pasar takjil dengan memanfaatkan fasilitas di halaman sekolah SMAN 4 Tanjungpinang.

”Kalau di Batu 3 terlalu jauh, lebih baik kalau di halaman SMAN 4 lebih dekat kan, hanya saja jangan ada pungutan apapun termasuk uang kebersihan oleh pihak sekolah. Biarkan saja pantia yang mengurus,” kata H Lis Darmansyah, kemarin.

Sayangnya, wacana yang dilontarkan sang wali kota terkait solusi lapak pasar takjil ditolak oleh Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Tanjungpinang, Ari Sunandar.

”Dipindahkan dari Batu 3 sih saya setuju, tapi kalau ke halaman SMAN 4 saya mewakili KNPI dengan tegas menolaknya, kalau bisa carilah lokasi lain,” jelas Ari yang beralasan bahwa tidak menutup kemungkinan akan mengganggu aktivitas sekolah dan atau agenda lainnya.

”Intinya biarkan saja sekolah itu sebagai institusi resmi untuk pelajar menimba ilmu,” lanjutnya.

Bahkan Ari juga mengkhawatirkan tentang keamanan yang terhadap aset dan dokumen sekolah.

”Oke kalau kebersihannya bisalah diurus panitia, lantas bagaimana dengan kemanan aset dan dokumen sekolah, bukan berprasangka buruk, tetapi hal riskan seperti itu juga harus dipikirkan,” bebernya.

Tokoh pemuda Tanjungpinang ini memberikan solusi untuk memanfaatkan hamparan lapangan bola yang terletak di seberang Masjid Agung tempat para jamaah Tablikh berada.

”Di masjid jamaah tablik itu pas di depannya ada lapangan bola besar, parkirnya luas dan dekat dengan masjid untuk ibadah, apalagi kan pasar takjil nantinya di bulan puasa,” terangnya memberikan solusi.

Wacana Ketua KNPI tersebut direspon positif oleh beberapa warga yang mengaku sebagai pelaku usaha takjil tahunan, Usman (52), hanya saja terkendala dimasalah aliran listrik.

”Saya setuju kalau disana (lapangan bola Sei Jang, red) tapi bagaimana dengan listriknya” jelasnya kembali menanyakan.

Usman berharap bisa mendapatkan titik terang secepat mungkin oleh pemerintah terkait lapak pasar takjil mengingat kurang dari 1 bulan lagi sudah memasuku bulan puasa. (YOAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here