Pasien Banyak Tak Paham Sistem Online

0
273
Wali Kota Tanjungpinang, H Syahrul didampingi wakilnya, Hj Rahma rapat bersama rumah sakit, BPJS Kesehatan dan tim medis di RSUD Tanjungpinang, Rabu (10/10).

TANJUNGPINANG – Banyak masyarakat mengeluhkan pelayanan di RSUD Tanjungpinang. Khususnya jam tunggu pasien bertemu dokter hingga tujuh jam.

Terkait hal ini mendapat respon dari BPJS Kesehatan selaku lembaga jaminan kesehatan serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang, H Syahrul-Hj Rahma selalu kepada daerah.

Pihak-pihak terkait diminta ikut rapat bersama, Rabu (10/10) sore di ruang pertemuan RSUD Tanjungpinang.

Hadir Kadinkes Tanjungpinang, Rustam, para dokter spesialis dan umum serta para staf.

Kepala BPJS Kesehatan Tanjungpinang, Lenni menuturkan, pihaknya ikut andil memastikan bahwa rumah sakit rujukan pertama yaitu kelas C siap memberikan pelayanan kepada peserta JKN KIS.

Ia menilai, sejak diterapkannya sistem berjenjang akan ada penambahan pasien di rumah sakit kelas terendah. Sesuai instruksi, pihaknya on the spot untuk memantau memastikan setiap peserta menerima pelayanan maksimal.

”Jangan sampai pasien tidak menerima pelayanan terbaik dan tepat dengan berbagai alasan,” ucapnya.

Ia mengakui menerima aduan terkait pasien yang terpaksa menunggu hingga tujuh jam. Hal ini dinilai tidak wajar dan perlu duduk bersama menyelesaikan.

”Kita apresiasi respon kepala daerah Tanjungpinang. Mereka sigap dan mengajak kita duduk bersama membahas. Sesuai hasil rapat kami meminta rumah sakit mempersiapkan sarana dan prasarana serta SDM-nya. Jangan sampai pasien menunggu terlalu lama,” ucapnya.

Khusus RSUD Tanjungpinang sudah menerapkan sistem online dari pelayanan tingkat pertama yaitu puskesmas ke RSUD Tanjungpinang.

“Khusus RSUD Tanjungpinang sudah online dari puskesmas ke RSUD Kota Tanjungpinang. Tapi belum untuk klinik swasta yah,” ucapnya.

Tujuannya agar pasien mengetahui waktu pelayanan atau bertemu dokter. Terkait sosialisasi sistem ini, menjadi kewenangan RSUD Tanjungpinang selalu pemilik sistem.

Direktur RSUD Tanjungpinang, Edi Sobri menuturkan, sudah menerapkan sistem Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit ( SIMRS) yang terkoneksi ke Puskemas di Tanjungpinang secara online.

Ia menuturkan, pasien lama menunggu karena ada peningkatan jumlah pasien. Dari sebelumnya hanya 100 kini mencapai 300 per hari.

Ia menuturkan, pasien merasa tidak nyaman karena ruang tunggu yang tersedia hanya untuk 100 orang. Ini yang mengakibatkan, terjadi lonjakan antrean dan terlihat membeludak.

Ia menilai, pihaknya masih perlu membenahi beberapa hal, termasuk ketersediaan SDM. Dengan sistem berjenjang, menurutnya RSUD Tanjungpinang perlu menambah dokter spesialis dengan penyakit yang paling banyak dikunjungi. Jadi pasien ter-cover seluruhnya. Misalnya penyakit spesialis dalam.

Ia menilai, sistem pendaftaran sudah online dari puskesmas ke RSUD, hanya saja belum semua pasien memahami.

Di kertas rujukan, sudah langsung tertera nomor antrean pasien serta perkiraan bertemu dokter di RSUD Tanjungpinang.

”Sudah ada di kertas rujukannya. Misalnya pasien diperkirakan ketemu dokter pukul 13.00 siang. Kalau datang dari pagi pun memang tidak akan dipanggil sebelum waktunya. Meski demikian pasien harus mendaftar ulang ke rumah sakit,” ucapnya.

Ia menuturkan, jika tidak mendaftar, pihak rumah sakit juga tidak bisa memproses pelayanan. “Mendaftar ulang kembali itu juga wajib,” ungkapnya.

Wali Kota Tanjungpinang, H Syahrul menuturkan, pihaknya akan genjar mensosialisasikan sistem online SIMRS tersebut, jadi pasien sudah tahu nomor pendaftaran di RSUD Tanjungpinang.

Edi Sobri menambahkan, pasien yang pertama kali berobat perlu mengisi data detail di RSUD Tanjungpinang. Ini penting meski akan memakan waktu, agar dokumen serta lainnya tidak tertukar.

”Kalau data dari BPJS Kesehatan yang online hanya nama dan nomor identitas. Kita juga perlu melengkapi dengan nama orang tua, nomor HP dan lainnya,” paparnya.

Menurutnya, hanya perlu waktu pendaftaran pasien perdana tapi untuk berikutnya sudah lebih cepat. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here