Pasien Membeludak, Dokter Tidak Diruangan

0
1016
Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Hj Rahma didampingi dr Yunisaf berdialog bersama pasien di ruang tunggu. Mereka meminta TV yang di pajang dapat menyala.

TANJUNGPINANG – Pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tanjungpinang harus dibenahi baik dari segi sarana dan prasarana maupun komitmen tim medis untuk melayani pasien.

Hal ini kembali diungkapkan Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Hj Rahma saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak), Kamis (4/10) pukul 09.00 di rumah sakit tersebut.

Rahma mengatakan, dirinya menerima banyak aduan dari masyarakat, diantaranya dokter tidak standby di ruang poli masing-masing.

Kedatangannya ke rumah sakit itu disambut dr Yunisaf sebagai Kepala Bidang Pelayanan di RSUD Kota Tanjungpinang beserta beberapa staf lainnya.

Ia berpesan kepada tenaga medis khususnya dokter spesialis sudah berada di poli mulai pukul 08.00 sampai dengan pukul 16.00 WIB. Jangan sampai pasien menumpuk menunggu namun dokter tidak berada di ruangan dengan berbagai alasan.

Beberapa dokter tidak berada di poli karena asalan visit ke ruangan pasien. Menurutnya, visit tentu diperbolehkan, namun perlu kesepakatan dan pembahasan bersama nantinya.

Disarankan, visit ke ruangan pasien yang tidak urgent harus terjadwal. Apakah pagi sebelum jam pelayanan poli buka atau sorenya.

Baca Juga :  Penyandang Disabilitas Minta Pemerintah Berikan Hak Sama

Berbeda dengan pasien urgent, bila harus segera maka boleh meninggalkan poli namun harus memastikan dokter pengganti ada di ruangan poli tersebut.

Rahma meminta penyakit spesialis dengan jumlah pasien banyak, minimal ada dua dokter. Jadi bisa memberikan pelayanan sekaligus sehingga pasien cepat dilayani.

”Saya berharap betul, jangan kosong poli ini. Pasien sudah menumpuk namun tidak terlayani karena berbagai alasan,” ujarnya di depan Yunisaf.

Ia meminta tim medis dikumpulkan yang nantinya rapat bersama. Rapat masih akan dijadwalkan, sebab Wali Kota Tanjungpinang, H Syahrul sedang berada di Bandung melaksanakan tugas lain.

”Kami baru beberapa hari dilantik dan akan menjadwalkan pertemuan dengan tim medis, janji kami fokus memberikan pelayanan kesehatan. Kami pelayan masyarakat,” ujarnya di depan beberapa pasien.

Rahma menuturkan, penegasan ini penting dalam menyambut sistem yang diterapkan BPJS Kesehatan terkait pelayanan berjenjang.

Baca Juga :  Natasha Andana Ratu, Penulis Novel Wanita Pertama di Kepri Berbahasa Inggris

Mulai 1 September lalu, pasien dari tingkat pertama yaitu klinik maupun puskemas tidak bisa langsung dirujuk ke rumah sakit tipe B, melainkan harus melewati rumah sakit tipe C yaitu RSUD Tanjungpinang.

Di Tanjungpinang ada tiga rumah sakit, dua diantaranya yaitu RSAL dan RSUP Tanjungpinang kini tipe B.

”Jadi pasien warga Tanjungpinang setelah dari tingkat pertama harus ke RSUD. Saya juga gak mau buat malu dengan pelayanan demikian. Harus dibenahi. Antrean tidak boleh panjang. Pasien banyak nengadu belum terlayani setelah menunggu 5-7 jam,” ucapnya.

Rahma memutuskan, jam istirahat tidak boleh ada yang dikurangi maupun ditambah. Semua harus on time. Waktu istirahat makan siang mulai pukul 12.00 dan kembali bekerja pukul 13.00 WIB.

”Kita ini pelayanan, komitmen dari hati. Jadi kita harus disiplin dulu baru semua pelayanan itu berjalan dengan baik,” paparnya.

Rahma menuturkan, bahwa setiap pasien yang datang ke rumah sakit ingin sembuh dengan pelayanan terbaik. ”Jangan ada pasien yang dicueki maupun ditolak,” pesannya.

Baca Juga :  Pimpinan Demokrat Kepri Berduyun-duyun ke Singapura Melayat Ani Yudhoyono di KBRI

Rahma berjanji akan sering ke rumah sakit, tidak terjadwal untuk memastikan pelayanan.

Selain itu, ia meminta melalui anggaran di BLUD RSUD Tanjungpinang memperbaiki televisi yang rusak, kipas angin serta menyediakan satpam di UDG. Menurutnya ini penting untuk pelayanan dan kenyamanan pasien.

“Harus ada satpam yang di depan. Tenaga mereka lebih kuat mengangkat atau mendorong pasien menggunakan kursi roda. Meski tipe C tapi pelayanan kita harus seperti swasta, maksimal,” ucapnya.

dr Yunisaf menuturkan, berbagai permintaan yang disampaikan sudah di catat, khusus pemenuhan sarana yang diminta segera akan dilakukan.

“Perbaikan TV, kipas angin dan menyediakan satpam di UGD akan segera kami laksanakan,” ucapnya.

Lain-lain yang terkait kebijakan dan keputusan bersama akan disampaikan dalam rapat bersama tim medis kembali.(dlp)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here