Pasien Minta Darah ke Bupati

0
39
Herianto

Bupati Abdul Haris SH memerintahkan pegawai Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk mengantarkan kantung darah untuk pasien yang akan menjalani operasi bersalin di RSUD Jemaja melalui dirinya.

ANAMBAS – Selasa (4/12) malam, Haris mendapat telepon dari keluarga pasien yang membutuhkan darah tersebut.

Lantas, dengan cepat ia pun memerintahkan pegawai Dinkes Pemkab Anambas untuk mengambil darah ke RSUD Lapangan di Palmatak malam itu juga.

Pegawai itu, menggunakan kapal cepat (speedboat) dan mengantarkan darah tersebut ke pada pasien ke RSUD Jemaja. Sebab, kata Haris, ketersediaan darah hanya berada di RSUD Lapangan Palmatak saja dan belum ada RSUD lainnya.

Ia menyebutkan, untuk tahun 2019 RSUD Jemaja dan menyusul RSUD Tarempa telah dianggarkan pengadaan bank darah yakni tempat penyimpanan darah tersebut.

”Selasa (4/12) malam pukul pukul 23.00 WIB, saya perintahkan untuk mengantarkan darah bagi pasien yang membutuhkan di RSUD Jemaja. Keluarga pasien langsung telepon saya, sifatnya darurat,” kata Abdul Haris menceritakan kepada Tanjungpinang Pos, Rabu (5/12).

Sedangkan, Kepala Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk KKA Herianto mengatakan, Bank Darah sangatlah penting karena setiap rumah sakit harus memilikinya. Sejak tahun 2018, sudah ada Bank Darah tapi peralatannya masih terbatas hanya di RSUD Lapangan Palmatak.

”Benar, hanya ada di RSUD Lapangan Palmatak saja tempat penyimpanan darah atau Bank Darah. Tahun 2019, RSUD Jemaja dan menyusul RSUD Tarempa akan di adakan juga Bank Darah,” Kata Herianto.

Sebenarnya, tambah Herianto Bank Darah ini terkait dengan PMI karena belum maksimalnya PMI di Anambas.

Maka dari itu, Dinkes tahun 2018 ini mengatasinya untuk mengantisipasi kekurangan darah didaerah ini.

”Setelah RSUD Palmatak, pada tahun 2018 ini memiliki Bank Darah. Direncanakan tahun 2019, RSUD Jemaja akan dibuat Bank Darah dan segera akan menyusul RSUD Tarempa,” jelasnya.

Bank Darah lebih dulu ada di Palmatak, dikarenakan tingginnya operasi di RSUD tersebut.

Herianto menambahkan, karena tingginya pelaksanaan operasi yang mencapai 46 kali setiap bulannya maka harus memiliki Bank Darah untuk keadaan darurat.

”Untuk tahun 2019 RSUD Jemaja sudah memilikinya, dan diadakan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Tim saat ini, sedang berada di Jakarta untuk mengeceknya,” paparnya.

Ia menambahkan, saat ini untuk ketersediaan darah di RSUD Lapangan Palmatak masih memadai karena sebelumnya telah dilaksanakan donor darah pada hari kesehatan kemarin.

Herianto mengakui, saat ini yang menjadi kendala pihaknya adalah masih kurangnya tenaga personel di rumah sakit dan yang paling kekuangan itu adalah di RSUD Tarempa.

”Saat ini kekurangan kita itu terhadap pesonel. Namun, pelan-pelan akan dipenuhi, perlahan akan mulai teratasi,” tutur dia. (INDRA GUNAWAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here