Paslon Bagi-bagi Minuman Kaleng

0
120
JELANG lebaran salah satu komoditi yang paling banyak dicari adalah minuman kaleng. F-FATIH/TANJUNGPINANG POS

Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Tanjungpinang mengendus adanya dugaan money politic di Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang.

TANJUNGPINANG – HAL itu diduga dilakukan oleh kedua paslon nomor urut 1 H Syahrul-Rahma dan nomor urut dua H Lis Darmansyah-Maya Suryanti, terkait pembagian air kaleng lebaran kepada masyarakat.

Ketua Panwaslu Kota Tanjungpinang, Maryamah mengatakan ada dugaan, kedua paslon membagikan kupon air kaleng lebaran kepada masyarakat, baik yang dilakukan oleh Paslon nomor urut 1 dan nomor urut 2, melalui partai pengusung, melalui tim sukses dan relawan kedua paslon tersebut.

”Kita duga kedua paslon membagikan air minum kaleng lebaran kepada masyarakat. Tim kami sudah turun di lapangan. Karena kami (Panwaslu, red) perlu bukti. Kalau hanya sekedar laporan dan informasi selalu kami dapatkan. Tapi, bukti ini yang kita sedang mencari di lapangan,” kata Ketua Panwaslu Kota Tanjungpinang, Maryamah kepada Tanjungpinang Pos, Senin (11/6).

Kalau sudah dapat bukti, Maryamah mengatakan, ia tidak akan segan-segan memproses secara hukum oknum yang sudah melanggar aturan kampanye. Pasalnya, pembagian air kaleng yang dilakukan paslon masuk dalam kategori money politic (politik uang). Sebab, sambung dia di zaman sekarang tidak ada harga air kaleng di bawah Rp 25 ribu per kardus sering dikenal kis. Kebanyakan dan hampir semua jenis minuman kaleng harganya di atas Rp 25 ribu per kis.

”Kalau membagikan hadiah lebaran di bawah Rp25 ribu, silahkan saja memberikan ke masyarakat. Kita tidak melarang. Nanti, paslon tinggal masukkan biaya yang sudah dikeluarkan didata pemilu. Karena itu merupakan bagian dana kampanye yang digunakan paslon,” ucap dia.

Kata dia, kedua paslon boleh memberikan hadiah berupa apa saja kepada masyarakat, namun nilainya tidak boleh di atas Rp25 ribu, karena sudah diatur. Kini, sambung dia Panwaslu telah mengerahkan Pengawas Pemilu Kecamatan (PPK) hingga Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) diwilayahnya masing-masing, untuk mencari bukti-bukti money politic yang dilakukan kedua paslon tersebut, terutama pembagian air minum lebaran.

Untuk mencari buktinya, Panwaslu menurunkan tim sampai di titik penjual air kaleng tersebut. Baik itu di toko-toko hingga swalayan maupun supermarket berada di Kota Tanjungpinang. ”Di mana pusat pengambilan air kaleng lebaran di situ kita awasi,” terangnya.

Ia mengaku, tidak melarang paslon melakukan kebaikan seperti berbagi dengan masyarakat di momen hari bulan puasa menyambut lebaran ini. Hanya saja, paslon terikat aturan main di Pilwako Tanjungpinang, karena mereka calon kepala daerah, sedang berkompetisi. (ANDRI DS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here