Pasokan Berlimpah, Harga Ikan Murah

0
764
PEDAGANG IKAN: Pedagang ikan di Pasar Bestari Bincen saat menunggu pembeli. f-Andri Dwi S/tanjungpinang pos

BINCEN – Pasokan ikan di Pasar Bestari Bintancentre (Bincen) Tanjungpinang berlimpah. Ini membuat harga ikan relatif murah. hanya saja, daya beli masih rendah karena kondisi ekonomi lesu.

”Sekarang kita hanya mengharap pembeli di hari Sabtu dan Minggu saja. Setiap Sabtu dan Minggu banyak orang yang belanja ikan di pasar. Kalau hari biasa sepi,” kata Yoka, salah satu pedagang ikan segar di Pasar Bintancentre, kepada Tanjungpinang Pos, Minggu (15/11).

Harga ikan yang dijualnya, Minggu kemarin, ikan amoy Rp35 ribu, ikan kaci kisaran Rp33 ribu hingga Rp35 ribu per kilo, ikan selikur Rp33 ribu per kilo, ikan mata besar Rp30 ribu per kilo, ikan kembung Rp40 ribu per kilo, ikan selar Rp50 ribu per kilo, ikan tenggiri Rp100 ribu per kilo, ikan bulat putih mencapai Rp45 ribu per kilo per kilo, ikan kakap merah Rp60 ribu per kilo, tongkol putih kisaran Rp32 ribu per kilo.

Menurutnya, daya beli ikan segar turun 25 persen sejak dua bulan terakhir ini. Dirinya merasakan daya beli menurun baru di tahun 2017. Karena ekonomi lesu, per hari ia hanya bisa menjual 50-60 kilo. Dengan berbagai jenis ikan seperti selar, tamban, tongkol, kakap merah, selikur, kerapu, mata besar dan masih banyak lagi jenis ikan laut yang dijualnya. Dibandingkan beberapa bulan sebelumnya, ia bisa menjual kisaran 80-100 kilo bahkan lebih per harinya. Ia juga heran kenapa sekarang pembeli sepi. Padahal jumlah pedagang ikan Bintancentre tidak ada penambahan. Justru yang bertambah jumlah penduduk Tanjungpinang.

Ia melihat sepi pembeli ikan juga di pengaruhi banyak perusahaan maupun bidang usaha lainnya mulai tutup sehingga berdampak langsung dengan pendapatan masyarakat di Tanjungpinang.

”Saya rasa pegawai gitu juga. Mungkin mereka sudah tak boleh lagi dinas luar daerah. Jadi, tak ada sampingannya. Jadi mereka irit belanja,” terang dia sambil memberikan senyuman.

Kata dia, lesunya ekonomi bukan hanya terjadi di Tanjungpinang tapi seluruh Indonesia. ”Bertahan saja sudah bersyukur. Sudah tak terpikir lagi mau mengambil untung. Yang penting cukup untuk kebutuhan sehari-hari di rumah. Ya, untuk makan bersama keluarga,” sebut dia. (dri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here