Pasokan Kangkung Berlimpah

0
541
Pihak PLN Batam bersama petani saat melakukan panen di Kelurahan Kabil Kamis (1/3). F-ISTIMEWA

PLN Bantu Alat Pembuatan Pupuk Kompos

BATAM – Warga Batam di Kabil melakukan panen terhadap tanaman kangkung. Panen kangkung dilakukan setelah enam bulan lalu, warga mendapat alat pembuat pupuk kompos dari sampah organik. Tanaman yang dipupuk dengan kompas dipanen warga, Kamis (1/2) dengan mengundang PLN Batam.

Manajer Humas bright PLN Batam Bukti Panggabean, mengapresiasi semangat Ibu-ibu kader yang mengikuti pelatihan, untuk berkarya yang dimulai dari rumah sendiri. Sehingga hari itu, ibu rumah tangga itu, bisa panen kangkung, yang ditaman di pekarangan rumahnya.

”Pekarangan atau halaman rumah yang kecil bukan halangan bagi kita untuk berkarya. Kalaupun benih yang kita tanam belum cukup untuk keperluan komersil, tapi dapat dikonsumsi sendiri,” katanya.

Diharapkan, dengan adanya kegiatan tersebut, masyarakat diajarkan untuk mengolah sampah organiknya sehingga dapat dimanfatkan sebagai pupuk. ”Kami harap ibu-ibu tetap semangat dan kami ucapkan terima kasih atas apresiasinya, ke depan kita tetap mendukung program komposter ini,” tutup Bukti.

Baca Juga :  1.899 Pekerja Batam Kompeten

Diakui, pemberian alat merupakan bentuk kepedulian bright PLN Batam terhadap masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Dimana program dilakukan bekerja sama dengan Duta Pudak Lestari, pada akhir September 2017 lalu. Dimana, bright PLN Batam membagikan sebuah alat manual pembuat pupuk kompos dari sampah organik yang biasa disebut Komposter.

Program komposter dilakukan di Kavling Bukit Mulia, Blok A1, RT 006, RW 020 Kelurahan Kabil, Nongsa dengan memberikan 25 komposter untuk 30 KK warga disana. Namun setelah proses pelatihan jumlah KK yang ikut meningkat menjadi 56 KK dikarenakan tingginya semangat Ibu-ibu warga Kavling Bukit Mulia untuk menjadi kader pelatihan.

”Sekarang, warga di kavling Bukit Pelita Indah menuai hasil dari kerja keras mengompos sampah organik menjadi pupuk, yaitu panen sayur kangkung. Selamat,” ujarnya.

Baca Juga :  Juni, Hasil Kajian Air Selesai

Ami, salah satu kader, warga Kavling Bukit Mulia mengatakan program komposter sangat bermanfaat. Penjual nasi uduk mengaku sangat terbantu, karena mengurangi dan mereduksi volume sampah di rumahnya. ”Sebelum ada program ini, saya buang sampah sisa berjualan ke TPS terdekat setiap hari,” katanya.

Namun kini, dia mengaku mendapatkan ilmu yang bermanfaat dari program komposter ini. Terutama dalam memperoleh pupuk dari sampah rumah tangga yang bisa dimanfaatkan menyuburkan tanaman. ”Dari awalnya kita tidak tahu mengelola sampah menjadi kompos menjadi tahu, bisa menanam,” tambahnya lagi.

Sementara pengagas Batam Seribu Komposter Indira terkesan dengan apa yang sudah dilakukan warga Kavling Bukit Mulia. ”Saya terkesan dengan masyarakat di sini semangatnya luar biasa, bahkan komposter yang kita berikan bisa dimanfaatkan dua sampai tiga warga,” katanya.

Baca Juga :  30.730 Paket Sembako Murah Disalurkan

Dari pengalaman sebelumnya, Indira mengaku panen sayur organik dilakukan sebulan sekali. ”Namun di kavling Bukit Mulia panen bisa seminggu sekali.? Dari kegiatan tersebut dapat menekan sekitar 70 persen reduksi sampah. Namun jika di area tersebut memiliki bank sampah jumlah akan lebih besar,” bebernya.

Disebutkan, program Batam 1000 Komposter, mereduksi sampah langsung dari sumber melalui proses pemilahan dan pengampasan. Hal itu juga bertujuan membangun kemandirian pangan dan energy berbasis limbah.

”Diharapkan melalui program komposting ini bright PLN Batam dapat membantu program pemerintah untuk mereduksi sampah dengan 3R (Reuse, Reduce, Recycle),” harapnya.(MARTUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here