Pasokan Minim, Bawang Merah Naik 100 Persen

0
458
MELAYANI PEMBELI: Seorang pedagang di pasar Bukit Tembak Meral, Karimun. Sedang melayani pembeli. F-ALRION/TANJUNGPINANG POS

KARIMUN – HARGA bawang merah mulai melonjak naik di pasar tradisional Tanjungbalai Karimun. Hal itu disebabkan, minimnya pasokan dari Pulau Jawa dan Sumatera sehingga stok bawang sangat minim. ”Kenaikan bawang merah mencapai 100 persen dari harga biasanya. Saat inim, harga perkilogram Rp 20 ribu padahal sebelumnya Rp 10 ribu,” ujar Hasto, seorang pedagang pasar bukti tembak, Jumat ( 21/7).

Untuk harga kentang, kin mencapai Rp 14 ribu per kilogramnya dan biasanya hanya Rp 10 ribu untuk per kilogramnya. Sedangkan, harga sayuran lainnya berkisar Rp 7 ribu sampai Rp 25 ribu perkilogram. Untuk harga cabe merah Rp 34 ribu perkilogram, cabe rawit Rp 30 ribu per kilogram.

Menurutnya, harga cabe tergolong normal dan didukung pasokan dari petani lokal Karimun. Diprediksi harga komoditas ini, akan bertahan diambang normal sampai dua pekan ke depan. Selain komoditas sayuran, berlahan beberapa jenis sembako mulai mengalami kenaikan. Hingga saat ini, sejumlah bahan pangan masih dipasok dari Malaysia dan menjadi salah satu penyebab kenaikan harga.
Sementara harga gula pasir putih, masih berkisar harga normal per kilogram Rp 12 ribu perkilogram.

Letak geografis Karimun sebagai daerah Pulau, sulit mendapat pasokan sembako dan sayuran dari Pulau Sumatera dan Pulau Jawa. Beban biaya operasional transportasi laut ju ga tinggi, dan waktu pengiriman juga berhari-hari membuat pasokan barang terlambat datang dan harga naik. ”Beberapa waktu lalu, saya sudah menyampaikan kepada Menteri Pertanian di Jakarta bahwa Kabupaten Karimun tidak tergolong kabupaten penghasil padi. Sehingga, berharap kebijakan Pemerintah Pusat untuk memberikan izin khusus kepada pengusaha lokal dapat melakukan impor beras dari luar negeri,” jelas Aunur Rafiq, Bupati Karimun, kemarin.

Jika tida kdemikian, kebutuhan hidup masyarakat karimun tidak akan terpenuhi.
Sejak puluhan tahun silam, beras di Karimun berasal dari Malaysia atau Singapura. Selain harganya lebih murah dibandingkan dengan beras lokal, barang tersebut cepat datangnya dibanding dari jawa yang jaraknya jauh. ”Murah karena ongkos kirim dari l uar negeri murah, dan berdampak pada harga beras dari luar negeri menjadi lebih murah di Karimun,” ungkap Rafiq.(ALRION)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here